Udara Jakarta Pagi Ini Masuk 10 Besar Terburuk Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker

Polusi Udara Jakarta Peringkat Kedua Dunia dengan Kualitas Udara Terburuk
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Data yang dirilis oleh situs pemantau kualitas udara IQAir menunjukkan bahwa kualitas udara di DKI Jakarta pada Rabu pagi berada dalam kategori tidak sehat.

Telkom Ajak Mahasiswa, Pelajar, Komunitas, dan UMKM Kolaborasi dalam Program Bumi Berseru Festival 2025

Berdasarkan pantauan pada pukul 05.40 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/ AQI) di Jakarta berada pada angka 153 dan partikel halus berdiameter 2,5 mikro meter (Particulate Matter/PM 2.5) berada di angka 58 mikrogram per meter kubik.

Polusi udara Jakarta. (Foto ilustrasi)

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa
Vale Indonesia Perkuat Komitmen Pertambangan Berkelanjutan

Sementara itu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Rabu pagi di peringkat pertama, yaitu Kathmandu (Nepal) di angka 186, kedua ada Lahore (Pakistan) di angka 183, ketiga Delhi (India) di angka 176, keempat Hanoi (Vietnam) di angka 164.

Di urutan kelima Kampala (Uganda) di angka 157. Sedangkan DKI Jakarta masuk ke dalam peringkat delapan pada pagi hari ini.

Hilirisasi Mineral Tetap Mampu Jaga Kelestarian Alam Indonesia

Selanjutnya, berdasarkan Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa kualitas udara di lima lokasi Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) berada pada kategori sedang atau nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Beberapa titik SPKU tersebut seperti Pasar Minggu (Jakarta Selatan) dengan Indeks Kualitas Udara di angka 84 dan Cempaka Putih (Jakarta Pusat) dengan Indeks di angka 79.

Kelapa Gading (Jakarta Utara) di angka 64, Kalideres (Jakarta Barat) di angka 69, dan Pulogadung (Jakarta Timur) ada di angka 71.

Polusi Udara di Kota Jakarta

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Melalui laman tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta menganjurkan agar setiap orang di wilayah yang disebutkan tadi untuk memakai masker apabila beraktivitas di luar ruang (outdoor).

Sementara bagi kelompok sensitif dianjurkan untuk lebih sering beristirahat serta beraktivitas ringan, membawa obat pribadi, dan juga memakai masker. (ANT)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya