Jokowi: Lurah Susan Bukan Persoalan Kecil
Senin, 30 Desember 2013 - 12:55 WIB
Sumber :
- ANTARA/Reno Esnir
VIVAnews
- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali membahas persoalan yang sempat mengemuka di publik, yaitu Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine
Zulkifli. Menurut Jokowi, persoalan itu tidak sepele.
"Buat saya menjadi masalah besar kalau keputusan itu keliru," kata Jokowi di acara paparan 'Kaleidoskop Politik: Tiga Blok Utama 2014', di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin 30 Desember 2013.
Jokowi menceritakan, saat itu dia didatangi sejumlah warga yang dia yakini tidak mewakili masyarakat Lenteng Agung secara keseluruhan. Mereka menyampaikan penolakan terhadap Lurah Susan karena daerah tersebut berpenduduk mayoritas muslim.
"Hari pertama, saya katakan tidak. Datang lagi saya katakan tidak. Ini masalah pemerintahan. Dia terpilih lewat sebuah good government yang kita lakukan secara terbuka. Terpilih dan ditempatkan," ujarnya.
Jokowi menilai apabila dia menuruti protes karena masalah agama, maka akan menjadi preseden buruk di kemudian hari. Sekali dia berikan, kelompok lain pun meminta hal yang sama.
"Di Kelapa Gading, mayoritas agama A. Kalau dituruti, bisa merembet ke seluruh Tanah Air. Karena itu, sejak awal saya katakan tidak," ujarnya.
Mantan Walikota Solo itu menegaskan kemajemukan, kebhinekaan Indonesia adalah anugerah yang tidak boleh dipertentangkan. Kebangsaan menurut Jokowi sudah final dan wajib terus diperkuat.
"Jangan sampai terkurangi dan menjadi tidak baik gara-gara masalah yang tadi kita sampaikan," katanya.
"Buat saya menjadi masalah besar kalau keputusan itu keliru," kata Jokowi di acara paparan 'Kaleidoskop Politik: Tiga Blok Utama 2014', di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin 30 Desember 2013.
Jokowi menceritakan, saat itu dia didatangi sejumlah warga yang dia yakini tidak mewakili masyarakat Lenteng Agung secara keseluruhan. Mereka menyampaikan penolakan terhadap Lurah Susan karena daerah tersebut berpenduduk mayoritas muslim.
"Hari pertama, saya katakan tidak. Datang lagi saya katakan tidak. Ini masalah pemerintahan. Dia terpilih lewat sebuah good government yang kita lakukan secara terbuka. Terpilih dan ditempatkan," ujarnya.
Jokowi menilai apabila dia menuruti protes karena masalah agama, maka akan menjadi preseden buruk di kemudian hari. Sekali dia berikan, kelompok lain pun meminta hal yang sama.
"Di Kelapa Gading, mayoritas agama A. Kalau dituruti, bisa merembet ke seluruh Tanah Air. Karena itu, sejak awal saya katakan tidak," ujarnya.
Mantan Walikota Solo itu menegaskan kemajemukan, kebhinekaan Indonesia adalah anugerah yang tidak boleh dipertentangkan. Kebangsaan menurut Jokowi sudah final dan wajib terus diperkuat.
"Jangan sampai terkurangi dan menjadi tidak baik gara-gara masalah yang tadi kita sampaikan," katanya.
Persisten Lama
Albert Camus, sastrawan Perancis kelahiran Aljazair pernah mengatakan, olah raga tempat terbaik untuk belajar moralitas. Saya diam diam mengamininya. Ia memberi afirmasi
VIVA.co.id
16 September 2026