Ahok: Normalisasi Ciliwung Tingkatkan Harga Jual Tanah

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kebijakan normalisasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI terhadap kawasan bantaran Sungai Ciliwung di wilayah Kampung Pulo, Jakarta Timur, dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, meningkatkan kualitas kawasan yang posisinya berdampingan dengan bantaran sungai itu.

Cegah Banjir Jakarta, Normalisasi Kali Ciliwung Akan Dimulai Juni 2025

Kedua kawasan, kini tak lagi tergenang banjir di musim penghujan karena ada dinding turap yang membentengi bantaran kali. Hal itu otomatis meningkatkan nilai jual tanah dan properti di sana.

"Harga tanahnya naik karena (kawasan Bukit Duri dan Kampung Pulo) enggak banjir," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI, Rabu, 14 September 2016.

Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan, Gubernur Pramono Bilang Tidak Lakukan Penggusuran

Untuk itu, menurut Ahok, warga penghuni asli kedua kawasan sebenarnya setuju dengan tindakan penertiban pemerintah dalam rangka normalisasi bantaran sungai.

Ahok mengatakan, warga yang menolak tindakan penertiban pemerintah selama ini adalah mereka yang secara liar membangun hunian di bantaran kali. Mereka melakukan reklamasi, atau memperluas daerah daratan dan mempersempit lebar kali dengan cara menimbun tanah saat musim kemarau.

Heru Budi: Pembayaran Lahan Proyek Normalisasi Kali Ciliwung ke BPN

"Pengalaman kami, yang ribut, yang melakukan reklamasi di pinggir sungai," ujar Ahok.

(mus)

Gubernur Jakarta Pramono Anung

Gubernur Pramono Jelaskan Alasan Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung Era Ahok

Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan Kali Ciliwung berkontribusi sebanyak 40 persen terhadap banjir di wilayah Jakarta

img_title
VIVA.co.id
3 Juni 2025