Istana: Pilkada Papua Jangan Saling Klaim, Tunggu KPU

Ali Mochtar Ngabalin.
Sumber :
  • Eka Permadi/VIVA.co.id

VIVA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan yang juga menjadi Juru Bicara Istana Presiden, Ali  Mochtar Ngabalin meminta semua pihak menahan diri dan jangan saling klaim sebagai pemenang Pilkada Papua tahun 2018.

Menurut dia, lebih baik semua menunggu hasil penghitungan suara secara menyeluruh oleh KPU Provinsi Papua sebagai penyeenggara Pilkada.

"Sebenarnya saya tidak mau masuk wilayah ini, karena ini domainnya KPU dan Bawaslu. Tapi pemerintah berharap masyarakat tetap sabar dan tenang, serta jangan ada dulu saling klaim sebagai pemenang, sebelum ada penghitungan resmi dari KPU secara menyeluruh sebagai penyelenggara yang independen," kata Ali Mochtar Ngabalin di Jayapura, Minggu, 1 Juli 2018 dinihari.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap sabar dan tenang serta jangan ada dulu pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemenang, bukan saja hanya ditujukan pada Pilkada di Papua tapi seluruh Indonesia yang menggelar Pilkada serentak.

"Biarlah KPU melaksanakan tugasnya dengan baik dan profesional serta netralitasnya bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Politikus Golkar itu menambahkan untuk Pilkada Papua penghitungan suara baru 19 persen, sehingga belum bisa ditentukan siapa pemenangnya. "Tidak usah ragu dengan KPU, tunggu saja hasil perhitungannya secara menyeluruh baik hitungan cepat maupun real countnya," imbuhnya.

Ngabalin turut hadir di Papua bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, untuk memantau secara langsung situasi keamanan yang ada, pasca pelaksanaan Pilkada Papua 2018.

"Karena sebelumnya banyak orang khawatir akibat banyaknya berita hoax yang beredar tidak saja di wilayah Timur Indonesia tapi seluruh Indonesia terutama 171 titik yang melaksanakan Pilkada serentak," ujar Ngabalin.

Ngabalin Bantah Pernyataan Wapres soal Sosok T Pernah Dibahas dalam Sidang Kabinet

Sebelumnya ada dua pasangan kandidat yang merupakan putra daerah, berlaga dalam pilkada Papua yang digelar Rabu 27 Juni 2018. Para kandidat telah memulai proses pilkada sejak enam bulan lalu untuk menarik suara dari 3,1 juta pemilih di Papua.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua untuk periode 2018-2023 itu adalah Lukas Enembe-Klemen Tinal (Lukmen) serta pasangan John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (Josua).

Ngabalin: Jangan Sakit kalau Tim Prabowo Duduk Jadi Komisaris

Lukas Enembe dan Klemen Tinal, adalah kandidat nomor urut 1. Mereka pasangan incumbent yang telah memimpin Papua sejak 2013-2018. Pasangan ini mendapat dukungan dari Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, PAN, PKB, PKS, PKPI, PPP dan PBB yang memiliki 24 kursi.

Sementara pasangan Jhon Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae, mendapat nomor urut 2. Mereka didukung koalisi Papua Cerdas, yaitu PDIP dan Gerindra, dengan 13 kursi.

Mega Lapor Kapolri Jika Hasto Diproses Hukum, Ngabalin: Harusnya Legowo
Ketua Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional DPP Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin

Lewat Bahlil, Golkar Beri Masukan ke Prabowo soal Soft Diplomacy Menghadapi Perang Iran-Israel

Partai Golkar menyampaikan pandangannya terkait situasi geopolitik global yang kian memanas terutama antara Iran dengan Israel pasca kedua negara tersebut saling serang.

img_title
VIVA.co.id
23 Juni 2025