Disentil Data Bocor

Ilustrasi Hacker
Sumber :
  • U-Report

"Kita ingat mereka mengambil semua data di server data eHAC, mereka menarik semua datanya secara ilegal karena mereka enggak dapat izin, sehingga bisa didapatkan file yang jumlahnya 2 Gb, kemudian mereka bisa tahu record 1,4 juta data, diantaranya 1,3 juta data pribadi, kemudian mereka bisa tahu isi data yang terekspose," papar Pratama.

img_title Sinergi Danantara, NeutraDC gandeng PLN Siapkan Ekspansi Hyperscale Data Center

"Tidak mungkin mereka bisa tahu itu secara detil kalau mereka tidak mengambil semua data eHAC," sambung pria yang juga Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan dan Komunikasi CISSReC itu

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, kata Pratama, para hacker umumnya memiliki komunitas yang apabila mereka menemuka ada celah pada suatu sistem pasti akan di-share ke komunintas mereka. Sama halnya dengan vpnMentor yang diduga mendapatkan informasi dari hacker lain yang satu komunitas.

img_title Software Berbasis Cloud Makin Populer, Tapi Ada Risiko yang Perlu Diperhatikan

"Kalau istilah bocor kan diakses secara ilegal oleh orang lain, nah ini sudah diakses ilegal sama orang lain, cuma belum disebarluaskan saja. Kalau dibilang tidak bocor, harusnya vpnMentor segera lapor ke BSSN, eh ada celah tolong diperbaiki, bukan di-download semuanya," kata mantan praktisi keamanan siber di Lembaga Sandi Negara.

Lebih jauh, mantan Ketua Tim Lemsaneg Cyber Defence Kementerian Pertahanan RI itu menganggap insiden kebocoran data pada sistem eHAC milik Kementerian Kesehatan menjadi bukti masih lemahnya perlindungan dan keamanan sistem yang menghimpun data masyarakat.

img_title AI Bisa Menghemat Banyak Waktu, tetapi Ada Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Saat Menyerahkan Pekerjaan

"Mereka (vpnMentor) lapor ke Kemenkes tangal 21 Juli tidak ditanggapi, lapor lagi tanggal 26 Juli tidak ditanggapi, lebih dari sebulan kemudian lapor ke BSSN baru ditanggapi. Itu artinya Kemenkes tidak memiliki kepedulian terhadap sistem yang mereka miliki termasuk sistem eHAC ini yang menyimpan data masyarakat," paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru Bicara Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan informasi soal kerentanan pada sistem eHAC ini sudah ditindaklanjuti dan diverifikasi oleh BSSN. Tim Kemenkes juga sudah melakukan penelusuran dan melakukan perbaikan terhadap kerentanan pada data sistem eHAC.

"Memang waktu Juli itu sudah dikatakan eHAC yang lama itu sudah tidak kita gunakan lagi. Kita sudah mengintegrasikan eHAC ini ke dalam sistem PeduliLindungi. Di dalam platform PeduliLindungi ini tentunya sudah dilakukan security assesment," kata Nadia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut