Soal Banjir Rob, Bupati Demak Curhat ke Sri Mulyani Minta Bantuan

Bupati Demak Eisti’anah.
Sumber :
  • Tangkapan layar Anisa Aulia/ VIVA.

VIVA – Bupati Demak Eisti’anah di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang merupakan bendahara negara, meminta bantuan kepada Pemerintah Pusat untuk mengatasi kondisi banjir rob yang terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Bantah Dicopot, Bambang Pacul Sebut Jabatan di DPP PDIP Tak Boleh Dirangkap

Adapun hal itu disampaikan Eisti’anah melalui Kick Off Sosialisasi UU HKPD yang dihadiri pejabat daerah serta jajaran Kementerian Keuangan.

“Sedikit bercerita Ibu, beginilah kondisi Kabupaten Demak yang kita perlu banyak bantuan dari pusat. Karena kondisi di Kabupaten Demak salah satu isu strategisnya memang kondisi rob,” jelas Eisti’anah melalui telekonferensi, Kamis 10 Maret 2022.

BPBD Imbau Warga Pesisir Jakarta Utara Waspadai Banjir Rob hingga 9 Agustus

Dia menuturkan, banjir rob yang terjadi sudah sangat meresahkan warga. Di mana banjir tersebut terjadi di sepanjang Pantura. Di mana menurutnya pemerintah Provinsi sudah tidak sanggup mengatasi permasalahan tersebut.

“Mungkin dalam kesempatan yang berbahagia ini. Kami meminta bantuan dari pusat karena dari Pemerintah Daerah sendiri kami sudah berkoordinasi dengan provinsi sudah tidak sanggup Ibu,” ujarnya.

Mengejutkan! 6,7 Persen dari 37 Ribu Warga Jateng Terdeteksi Alami Gangguan Kejiwaan

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Photo :
  • VIVA/Anisa Aulia

Eisti’anah menjelaskan, permasalahan yang disampaikan dirinya merupakan suara dari rakyat, yang setiap harinya terdampak hingga atap rumah masyarakat terendam banjir hingga atap rumah.

“Mereka bekerja itu hanya untuk membeli urugan tanah. Nah ini yang kami dari pemerintah daerah ini hanya bisa memberikan jalan yang akhirnya terkena rob kembali. Mungkin bagaimana nanti bisa berkoordinasi dengan Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Ilustrasi perceraian/patah hati

Jumlah Perceraian di Jateng hingga Juli 2025 Tembus 22.468 Kasus

Jumlah kasus perceraian di Jawa Tengah hingga Juli 2025 mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 22.468 perkara.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2025