Menkes Budi: Peserta Didik PPDS Diperas hingga Rp200 Juta per Bulan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin
Sumber :
  • Dok Kemenkes

Bandung, VIVA – Menteri Kesehatan (Menkes)  Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan keprihatinan mendalam atas masih maraknya kekerasan dan tekanan berlebihan yang dialami oleh para peserta didik program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Ia menyebutkan, beberapa kasus bahkan berujung pada percobaan bunuh diri hingga kematian.

Sidang Kasus Perundungan PPDS Undip, Saksi Sebut Tindak Pidana Dipaksakan dan Dicari-Cari

“Sudah ada beberapa kasus yang meninggal, dan juga ada yang mencoba bunuh diri akibat tekanan dan praktik kekerasan yang mereka alami,” kata Budi dalam sesi wawancara usai seminar Nasional Pecegahan Praktik Kekerasan dan  Pelanggaran Etik di Lingkungan Kesehatan, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/8/2025)

Seminar Nasional Pecegahan Praktik Kekerasan dan Pelanggaran Etik di Lingkungan Kesehatan

Photo :
  • Cepi Kurnia/tvOne/Bandung
Sidang Perundungan Dokter PPDS, Dokter Spesialis Jiwa Pastikan dr Aulia Risma Tidak Ingin Bunuh Diri

Tak hanya itu, Menkes juga mengungkapkan adanya praktik pemerasan yang dilakukan oleh senior kepada juniornya. Salah satu kasus terjadi di Universitas Diponegoro, di mana sepuluh orang korban diminta setoran hingga Rp200 juta per bulan oleh senior mereka.

"Kalau praktik semacam ini dibiarkan, bisa mencapai miliaran rupiah dalam waktu tertentu. Ini sangat merusak integritas sistem pendidikan kita,” tegas Budi.

Ungkap Beberapa Temuan Kasus dr Aulia, Kuasa Hukum Terdakwa Sebut Ada Tokoh Ingin Memecah Belah Dokter Anestesi

Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dokter spesialis. Langkah-langkah yang akan diambil meliput; Pembentukan jalur konsultasi khusus untuk peserta didik, Pengawasan jam belajar dan jam kerja secara keat dab Pemeriksaan kesehatan mental secara berkala.

Budi menekankan bahwa kolaborasi lintas lembaga antara Kementerian Kesehatan, aparat penegak hukum, dan institusi pendidikan sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan manusiawi bagi calon dokter spesiali

"Kami ingin menciptakan sistem pendidikan kesehatan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan manusiawi,”ungkapnya. (Cepi Kurnia/tvOne/Bandung) 

dokter PPDS terduga pelaku pemerkosaan berinisial PAP (31).

Perkosa Keluarga Pasien, Dokter Priguna Dituntut 12 Tahun Penjara

Dokter PPDS Priguna jadi tersangka kaaus dugaan pemerkosaan yang dialami korban berinisial FH, yang saat itu tengah menjaga ayahnya yang dirawat di RSHS.

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2025