Kemendagri Luncurkan Program Satu Data untuk Semua

Acara peluncuran Program Satu Data untuk Semua
Sumber :
  • Kemendagri

Jakarta, VIVA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Dukcapil meluncurkan program Satu Data untuk Semua. Program ini disebut sebagai penopang Asta Cita pemerintah Prabowo–Gibran, khususnya terkait pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, dan pengendalian inflasi.

img_title Mendagri Dukung Program Pendidikan Dokter Spesialis melalui Kerja Sama dengan RSUD

Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, menegaskan perlunya regulasi jelas dalam tata kelola data. “Regulasi itu kunci. Tanpa aturan, tata kelola tidak akan berjalan baik,” ujarnya, dikutip Kamis 28 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Teguh, data kependudukan adalah tulang punggung kebijakan publik. “Data kependudukan sangat strategis. Semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus bisa memanfaatkannya secara optimal,” katanya.

img_title Terkuak! Sejak 2020 Main di Dark Web Tapi Susah Ditangkap, Ini Jurus Bjorka 'Gocek' Polisi

Dukcapil disebut tengah memperkuat sistem melalui aplikasi terpusat, server yang lebih kuat, serta rencana pembangunan data center baru. “Sistem dan infrastruktur harus terus diperbaiki. Kalau jaringannya lemah, pelayanan akan terganggu,” jelas Teguh.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian besar di tengah maraknya kebocoran data. “Keamanan itu nomor satu. Semua lembaga pengguna wajib mengikuti standar ISO 27001,” tegas Teguh.

img_title Perdana Dipimpin Presiden Prabowo, Mendagri Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Akses data, lanjutnya, tidak serta-merta bisa dilakukan tanpa perjanjian kerja sama. “Untuk pemerintah dan lembaga sosial tidak dikenakan biaya, tapi untuk swasta berorientasi profit ada tarif resmi yang masuk ke PNBP,” ucapnya.

Teguh mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melindungi data pribadi. “Lindungi data diri, jangan mudah membagikan NIK atau KTP ke pihak yang tidak jelas,” pesannya.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menambahkan bahwa data kependudukan Dukcapil menjadi fondasi utama. “Data paling inti ada di Dukcapil. Semua kementerian dan lembaga harus bisa terhubung dengan itu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ateng, pengintegrasian data harus berbasis identitas tunggal. “Dengan NIK, data di BPS dan kementerian lain bisa disatukan. Data akan semakin kaya dan terkelola,” jelasnya.

Ia menutup dengan penekanan bahwa Satu Data bukan pekerjaan instan, melainkan upaya jangka panjang yang butuh kolaborasi. “Ini proses berkelanjutan dengan evaluasi berkala. Kolaborasi itu syarat utama,” tutup Ateng.

Pemilik akun X Bjorka ditangkap Polda Metro Jaya

Bjorka Jual 4,9 Juta Nasabah Bank di Dark Web Seharga Puluhan Juta, Transaksi Pakai Kripto

Pemuda yang mengaku sebagai 'Bjorka' mengklaim berhasil membobol 4,9 juta data nasabah bank menjualnya lewat dark web dengan harga selangit.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut