VIVAnews - Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan, Usman Hamid, menyatakan Komisi Yudisial harus dilibatkan untuk menelusuri prilaku majelis hakim yang memvonis bebas Muchdi Pr.
"Bila perlu menelusuri tentang majelis hakim kenapa membebaskan terdakwa ini," kata Usman di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, Rabu 31 Desember 2008.
Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dipimpin Suharto menjatuhkan vonis bebas kepada mantan Deputi V Badan Intelejen Negera tersebut. Muchdi dinilai tidak terlibat dalam kasus pembunuhan aktifis hak asasi manusia, Munir.
Menurut Usman, saat ini pihaknya akan mengekseminasi terlebih dahulu putusan majelis hakim yang diketuai Suharto itu. Eksaminasi ini untuk menelusuri kevalidan dari seluruh fakta yang ada di persidangan. "Sekaligus melihat fakta yang dilakukan semua pihak dalam persidangan," jelas anggota Tim Pencari Fakta Kasus Munir ini.
Meski demikian, Usman, menilai adanya ketakutan dari sejumlah pihak jika misteri pembunuhan Munir terungkap. "Ada kekhawatiran seandainya semua itu dibuka muncul instabilitas politik," tutupnya.
VIVA.co.id
2 September 2026
Topik Terkait
Jangan Lewatkan
Terpopuler
Selengkapnya
Partner
Bilal Berpeluang Jadi Calon Tunggal Ketua HIPMI Kota Serang, Bawa Misi Perkuat Pengusaha Muda
Banten
5 menit lalu
Anggota DPRD kota Serang Bilal lolos verifikasi pencalonan Ketua BPC HIPMI Kota Serang dan berpeluang menjadi calon tunggal dengan misi memperkuat pengusaha muda.
Bayi perempuan ditemukan hidup dalam kardus di pinggir jalan Desa Tinggimae, Gowa. Polisi menduga bayi sengaja ditinggalkan dan menyelidiki identitas orang tua serta mot
Kabupaten Tangerang Tetapkan PJJ Selama 3 Hari Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
Banten
16 menit lalu
Pemerintah Kabupaten Tangerang mengeluarkan surat edaran mengenai kegiatan belajar mengajar (KBM) usai dampak dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Wakil Bupati
Wisata pegunungan Bokor Hill Station Kamboja, menyajikan pesona reruntuhan kolonial Prancis di puncaknya yang berkabut tebal serta sarat nilai sejarah.
Selengkapnya
Isu Terkini