Meski Mangkir, Novanto Hormati Proses Hukum di KPK

Ketua DPR Setya Novanto saat di gerbang tol Cikarang Utama
Sumber :
  • VIVA/Syaefullah

VIVA – Ketua DPR RI Setya Novanto kembali tidak memenuhi pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi e-KTP.

Paulus Tannos Ajukan Penangguhan Penahanan di Singapura, Begini Respon KPK

Novanto mengatakan, dia tidak bisa memenuhi panggilan KPK karena harus menjalani tugas negara untuk mengunjungi Panti Asuhan Sonaf Maneka di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Saya menghargai dan menghormati proses hukum. Namun, saat ini saya harus menyelesaikan tugas negara," kata Novanto di Kupang, Senin 13 November 2017.

Eks Napi Andi Narogong Bungkam usai Diperiksa KPK soal Kasus Korupsi e-KTP

Selain mengunjungi pesantren, Novanto juga menghadiri kegiatan panen raya di Desa Noelbaki. Saat ditanya terkait kasusnya, Novanto memastikan dia menghormati proses hukum dan akan melihat perkembangan selanjutnya atas kasus ini. Novanto juga memastikan akan mengajukan gugatan praperadilan.

Novanto adalah anggota dewan periode 2009-2014 dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II yang meliputi wilayah Pulau Timor, Rote, Sabu, dan Sumba. Dia datang untuk menemui konstituennya.

Ditangkap di Bandara Changi, Buronan Kasus e-KTP Paulus Tannos Baru Pulang dari LN

Padahal, Novanto hari ini dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka korupsi proyek e-KTP, Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, KPK sudah menerima surat dari Novanto yang menyatakan tak dapat menghadiri panggilan. Bahkan, surat tersebut ditandatangani Novanto selaku ketua DPR. Alasan Novanto tak hadir karena KPK belum mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo.

Laporan: Floris/ NTT

Buronan kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos

Pengadilan Singapura Gelar Sidang Pendahuluan Ekstradisi Paulus Tannos Akhir Juni

Pengadilan Singapura rencananya akan menggelar sidang proses ekstradisi Paulus Tannos pada akhir bulan Juni 2025, yakni tanggal 23-25 Juni.

img_title
VIVA.co.id
3 Juni 2025