5 Cara Cepat Agar Bisa Merdeka Keuangan

Ilustrasi tidak memiliki uang.
Sumber :

VIVA – Bulan Agustus ini, Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan ke-73. Bendera merah putih pun sudah berkibar di mana-mana sejak awal bulan. Bahkan karena berbarengan dengan perhelatan Asian Games, Agustus tahun ini bakal lebih istimewa dari tahun-tahun sebelumnya.

img_title Utang Tak Dibayar, Agen Gas Elpiji di Kebon Jeruk Tewas Ditikam Kerabat Pakai Pisau Dapur

Omong-omong soal kemerdekaan, siapa, sih, yang tidak ingin meraih kemerdekaan finansial? Sebenarnya, apa, sih, kemerdekaan finansial itu? Sejatinya, kemerdekaan finansial bukanlah sekadar tidak lagi memiliki tanggungan utang, money savers.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orang yang memiliki penghasilan besar belum tentu sudah merdeka finansial. Bukan merdeka finansial bila bergaji besar tetapi masih belum memiliki perencanaan dana pensiun, dan persiapan keuangan lain yang penting.

img_title Janji Tidak Tambah Utang Terlalu Besar, Purbaya: Tidak Sebesar di APBN

Kemerdekaan finansial adalah ketika Anda tidak lagi galau tentang uang. Seseorang bisa mengklaim sudah merdeka finansial apabila memiliki proteksi asuransi memadai, dana darurat cukup, dana pendidikan aman dan persiapan pensiun sudah mencukupi.

Bila memenuhi kriteria itu, seseorang kemungkinan baru bisa merdeka finansial ketika usianya sudah cukup berumur di atas 50 tahun atau sudah menjelang masa pensiun. Nah, bisakah kemerdekaan finansial kita wujudkan lebih cepat? Bisa saja. 

img_title Utang Meledak, Negara Terjerumus ke Lubang Hitam

Anda bisa melakukan beberapa kebiasaan penting ini agar dapat meraih kemerdekaan finansial lebih cepat, seperti dilansir oleh HaloMoney.co.id.

1. Amankan dana darurat

Dana darurat sangat penting agar Anda selalu siap menghadapi situasi yang membutuhkan dana tunai segera. Kecukupan dana darurat akan menghindarkan Anda dari opsi berutang manakala menghadapi situasi kedaruratan. 

Anda bisa meraih kemerdekaan finansial lebih cepat dengan memfokuskan keuangan pada kecukupan dana darurat terlebih dulu. Miliki dana darurat paling tidak tiga hingga enam kali nilai pengeluaran rutin bulanan. Tempatkan di instrument yang mudah dicairkan seperti tabungan bank, deposito atau emas.

2. Bereskan utang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah dana darurat, fokus berikutnya adalah menyelesaikan beban utang kecuali utang pembelian rumah (KPR). Utang kartu kredit, utang kredit tanpa agunan, dan utang-utang lain yang sifatnya konsumtif, mulailah untuk menyelesaikan satu per satu hingga tuntas.

Apakah mungkin mengejar kecukupan dana darurat sekaligus membereskan beban utang? Bisa. Kuncinya ada pada penghematan besar-besaran. Fokus hanya pada kebutuhan bertahan hidup. Tunda semua pengeluaran lifestyle dan yang sifatnya tidak primer.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut