Bantu Perbaiki Regulasi, Inggris Ingin Daya Saing RI Naik 

RI-Inggris lakukan MoU terkait bantuan Reformasi Regulasi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Adinda P. Rachmani

VIVA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan penandatanganan kerja sama reformasi regulasi dengan Inggris. Kerja sama ini dilakukan pada Rabu 12 Juni 2019 di Kantor Kemenko Perekonomian.

Pemerintah Pede Sektor Ini Bakal Serap 3 Juta Tenaga Kerja pada Semester II-2025

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, mengatakan International Civil Service Effectiveness Index (InCisSE) telah menobatkan Inggris sebagai negara terbaik dalam membentuk dan mengimplementasikan regulasi.

"Regulasi-regulasi harus diimplementasikan guna memastikan pasar-pasar berfungsi secara efektif demi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan. Regulasi yang baik menciptakan pemerintahan yang mampu mendorong bisnis startup dan investasi, sekaligus melindungi kebutuhan konsumen," ucap Dubes Moazzam di Kemenko Perekonomian Jakarta Pusat, Rabu 12 Mei 2019.

Premanisme Dinilai Jadi Hambatan Utama Daya Saing Investasi RI, Ini Buktinya

Menurutnya, Inggris memiliki sistem regulasi yang baik mengimplementasikan termasuk dalam bidang ekonomi. 

Moazzam pun berharap melalui program kerja sama yang baru ini, Inggris dapat berbagi keahliannya dengan mitra-mitra di Indonesia dalam bersinergi dan mengimplementasikan regulasi sesuai kebutuhan pasar di Indonesia.

Danantara Teken Perjanjian Proyek Nikel senilai Rp23 Triliun dengan GEM Limited

"Saya harap kemitraan ini dapat membantu meningkatkan daya saing, membuka peluang bisnis bagi masyarakat, mempercepat investasi, serta memacu pertumbuhan ekonomi di masa mendatang," tegasnya. 

Selain itu, dengan kolaborasi ini, Moazzam berharap dapat mendukung kemajuan perekonomian Indonesia. Sehingga, jika Indonesia berhasil, kesempatan pada perekonomian dunia akan lebih besar dan kedua negara dapat menciptakan dunia yang lebih sejahtera. (ren)

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung

Serap 13.461 Orang Pekerja, Investasi Proyek LNG Abadi Blok Masela Capai Rp 342 Triliun

Investasi pada proyek LNG Abadi di Blok Masela tercatat mencapai sebesar US$20,94 miliar, atau sekitar Rp 342,59 triliun (asumsi kurs Rp 16.360 per dolar AS).

img_title
VIVA.co.id
28 Agustus 2025