Aturan Diskon PPnBM Mobil Terbit, Ini Segmen yang Dapat Keringanan

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu.
Sumber :
  • Tangkapan layar Zoom Meeting

VIVA – Pemerintah memperpanjang insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor.

img_title Terpopuler: Pajak Kendaraan Bikin Pusing, Rakyat Butuh Mobil Murah

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menjelaskan, aturannya sudah terbit yang diatur PMK Nomor 5/PMK.010/2022 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2022 yang ditetapkan pada 2 Februari 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Febrio menjelaskan, PMK ini berisi desain baru insentif yang disesuaikan dengan kondisi pemulihan sektor otomotif ke depan.

img_title Jaga Pasar Domestik, Purbaya Bakal 'Binasakan' Rokok Ilegal

"Insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor telah banyak dimanfaatkan masyarakat kelas menengah di tengah pandemi," kata Febrio dalam keterangan tertulis, Selasa 8 Februari 2022.

Ilustrasi pabrik mobil.

Photo :
  • Asdafnews

img_title Dua Warga Tak Terima Anggota DPR Dapat Uang Pensiun, Dasco: Kami Akan Patuh

Dengan berlanjutnya insentif PPnBM DTP, Febrio berharap kinerja sektor otomotif yang strategis bagi perekonomian bisa terus menguat dan mampu kembali mencapai tingkat penjualan dan produksi pada level sebelum pandemi. "Atau bahkan lebih baik di tahun 2022," ujarnya.

Perpanjangan insentif PPnBM DTP ini berada dalam koridor keberlanjutan program Penanganan Pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2022. Program PEN 2022 akan dilanjutkan dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja dengan tetap melanjutkan penanganan kesehatan dan perlindungan masyarakat.

Insentif fiskal yang tajam dan terukur diharapkan dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi. Perekonomian nasional melaju dengan kuat hingga kuartal IV-2022, sebagaimana ditunjukkan pada tingkat pertumbuhannya di kuartal IV-2021 yang tumbuh sebesar 5,02 persen (yoy).

Febrio mengatakan, laju perekonomian yang semakin kuat ini perlu terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Beberapa sektor strategis masih memiliki ruang yang lebar untuk pulih dan tumbuh lebih baik di periode yang akan datang.

"Peran insentif fiskal selama ini krusial dalam menstimulus pemulihan tersebut, termasuk insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor," kata Febrio.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tingkat pertumbuhan perdagangan kendaraan Bermotor mampu bangkit dari kontraksi 14,1 persen pada tahun 2020 menjadi tumbuh 12,1 persen pada 2021. Begitu juga dari sisi produksi, industri alat angkutan melonjak dari terkontraksi 19,9 persen pada 2020, kemudian meningkat signifikan 17,8 persen pada 2021.

"Kebijakan insentif PPnBM DTP penjualan mobil telah berhasil mendorong pemulihan sisi permintaan yang diikuti dengan peningkatan sisi supply," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut