Peran Kopi Dalam Sejarah Minangkabau
- VIVA/Andri Mardiansyah
Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar
- Dokumentasi Angkasa Pura II
Sebelum Belanda membawa kopi ke Indonesia, masyarakat Indonesia sejak lama telah mengenal tradisi meminum kopi. Menurut Andreas Maryoto, seorang pemerhati sejarah kuliner dan penulis buku jejak pangan, mengatakan pada awalnya kopi telah lama dikonsumsi oleh orang Sumatera.Â
Diperkirakan orang Minangkabau telah dahulu membawa biji kopi ke Indonesia, sepulang mereka menunaikan ibadah haji. Dari sanalah biji kopi mulai ditanam dan mulai tersebar ke berbagai wilayah Sumatra, khususnya Aceh.Â
Bagi orang Aceh, kopi menjadi suatu hal yang wajib untuk disuguhkan pada saat melakukan tradisi adat, seperti saat pelantunan bacaan hikayat. Dalam pelaksanaan tradisi tersebut mereka akan saling berkumpul satu sama lain pada tempat yang telah disediakan.
Ilustrasi Petani memanen kopi jenis arabika
- ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Dengan demikian, pada saat berlangsungnya sebuah tradisi atau tengah mengikuti tradisi lokal, keberadaan dari minuman kopi selalu hadir di hadapan mereka.Â
Hal ini secara tidak langsung telah menandakan keberadaan dari kopi menjadi syarat dalam sebuah pelaksanaan tradisi budaya. Pada saat sebuah tradisi ini dilakukan mereka berkumpul dan minuman kopi menjadi salah satu suguhan yang bisa dikatakan itu adalah menu wajib.Â
Jadi tidak heran bahwa keberadaan dari kopi ini yang membuat berkumpul orang dari berbagai kalangan dan golongan menjadi satu kesatuan dalam seduhan.