Jokowi Ingatkan Ada Kolonialisme Modern Menjajah Lewat Ekonomi

Presiden jokowi bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Inacraft 2023
Sumber :
  • Dokumentasi Kemendag

Jakarta – Maraknya barang impor yang membanjiri pasar di Indonesia saat ini terus menjadi sorotan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Bahkan dia mengingatkan agar jangan sampai Indonesia terkena kolonialisme modern, karena ketergantungan dari barang impor murah.

img_title Izin TikTok Dibekukan Sementara

Presiden Jokowi mengungkapkan, saat ini banyak barang impor yang dijual sangat murah di e-Commerce,. Menurutnya, Banyak barang-barang murah tersebut merupakan barang hasil jual rugi atau predatory pricing yang perlu hati-hati untuk disikapi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan sampai kita terlena dalam hitungan bulan, enggak mau saya kena penjajah modern, jangan juga kita mau kena kolonialisme modern itu, terjajah ekonomi. Mungkin awal-awal masih Rp5.000, begitu sudah masuk beli ini baru dinaikkan Rp500 juta mau apa? Karena sudah ketergantungan di situ," kata Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA), di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 4 Oktober 2023.

img_title ESDM Ungkap Nasib BBM yang Diimpor Pertamina Tapi Ditolak Vivo

Hal itu kata Jokowi sangat mengkhawatirkan. Apalagi saat ini 123 juta orang Indonesia sudah menjadi pengguna aplikasi dengan pembelian yang sangat masif.

E-commerce.

Photo :
  • Unsplash

img_title Relawan Jokowi Geram Roy Suryo Cs Tak Kunjung Jadi Tersangka Kasus Ijazah, Bakal Lakukan Hal Ini

Jokowi pun mewanti-wanti agar jangan sampai Indonesia hanya menjadi konsumen dalam perdagangan digital tersebut. Apalagi jika 90 persen barang yang dijual merupakan barang impor, bukan produk lokal dari UMKM.

Ilustrasi e-commerce.

Photo :
  • Entrepreneur

Menurut Jokowi, ada pihak yang mulai menguasai data dan perilaku konsumen dari penjualan dengan metode predatory pricing tersebut. Karenanya, warga Indonesia harus  bisa menjadi produsen yang bisa menjual barang produksi sendiri di e-Commerce tersebut, bahkan bisa menembus pasar ekspor ke negara-negara Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Presiden juga mengingatkan untuk melindungi kedaulatan digital melalui regulasi yang bisa mempertahankan kandungan dalam negeri. "Jaga betul namanya aset digital kita. Jaga betul data, informasi, akses pasar semuanya. Nanti bisa menyangkut politik," kata Jokowi. (Ant)

Jokowi dan Windra Sanur

Ajudan Jokowi Windra Sanur Naik Pangkat Jadi Mayor: Dua Kali Pakai Pangkat Mayor

Anggota Paspampres, Windra Sanur, prajurit TNI yang dikenal luas sebagai pengawal setia Jokowi, resmi naik pangkat dari Kapten menjadi Mayor Rabu, 1 Oktober 2025.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut