Bukalapak Bakal PHK Karyawan usai Tutup Bisnis E-Commerce

Ilustrasi PHK.
Sumber :
  • VIVA.

Jakarta, VIVA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya. Langkah ini menyusul kebijakan penutupan bisnis e-commerce melalui penghentian layanan penjualan produk fisik.

img_title Bahaya yang Mengintai saat Belanja Sepeda Online

Melalui Keterbukaan Informasi BEI, Corporate Secretary BUKA, Cut Fika Luthi mengatakan, kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan, untuk berfokus pada lini bisnis yang lebih prospektif seperti produk virtual, gaming, dan investasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap prospek segmen usaha perusahaan," kata Cut Fika dalam keterangannya, dikutip Selasa, 14 Januari 2025.

img_title Omzet Besar Belum Tentu Cuan, Ini 5 Biaya Marketplace yang Wajib Dihitung UMKM

Logo Bukalapak.

Photo :
  • Dok.Bukalapak

Meski demikian, Cut Fika memastikan bahwa proses PHK yang akan dilakukan perusahaan akan tetap dilaksanakan dengan mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku. Manajemen memastikan bahwa dalam urusan PHK karyawan ini, Bukalapak akan memberikan kompensasi kepada para karyawan yang terdampak akibat adanya kebijakan perusahaan tersebut.

img_title Uang Afiliator Vilmei Dikuras Rp1,28 M, Polisi Bongkar Modus Koin hingga Gift TikTok

"Dalam pelaksanaannya, perseroan akan memastikan pemenuhan seluruh hak dan kompensasi para karyawan yang terdampak sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Cut Fika.

Manajemen Bukalapak berharap bahwa langkah ini akan dapat membantu meningkatkan efisiensi biaya operasional, dan mendukung upaya perusahaan untuk mencapai EBITDA positif.

"Perusahaan juga optimistis untuk terus berfokus pada bisnis digital, guna memperkuat posisi di ekosistem digital dan memberikan nilai lebih bagi para pemangku kepentingan," ujarnya.

Sebelumnya, Head of Media & Communications Bukalapak, Dimas Bayu memastikan, meskipun penjualan produk fisik dihentikan, namun hal ini tidak akan berdampak secara material pada pendapatan perusahaan. Sebab, penjualan produk fisik di platform Bukalapak hanya memiliki kontribusi sekitar 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan, sehingga langkah memangkas penjualan produk fisik ini justru dianggap menguntungkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebaliknya, langkah ini mendukung upaya kami untuk mencapai EBITDA positif dan memastikan keberlanjutan bisnis yang sehat dan menguntungkan," ujarnya.

Seleb TikTok Vilmei

Eks Karyawan Vilmei Akui Dapat Rp600 Juta, Uangnya Dipakai Bayar Kos hingga Beli Kosmetik

Mantan karyawan Vilmei, yakni Zahra Khairunnissa mengaku menerima dan menggunakan sekitar Rp600 juta dari dana milik Vilmei yang diduga dikuras olehnya.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut