Kenali Ciri-Ciri Perumahan Red Flag, Jangan sampai Tertipu!

Ilustrasi rumah/hunian.
Sumber :
  • Freepik/schantalao

Jakarta, VIVA – Belum lama ini, Kota Bekasi dilanda banjir besar yang menenggelamkan banyak perumahan. Para penghuni pun beramai-ramai curhat di media sosial karena merasa tertipu. Awalnya, developer mengklaim bahwa perumahan mereka "anti-banjir", tapi kenyataannya hujan deras sedikit saja sudah membuat rumah mereka tergenang. Agar kejadian serupa tidak menimpa Anda, perhatikan beberapa tanda bahaya atau red flag sebelum membeli rumah!

img_title Dukung Realisasi Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita Pemerintah, BRI Akselerasi Penyaluran KPR FLPP

Ilustrasi impian Gen Z punya rumah

Photo :
  • Freepik/xb100

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Dibangun di Dataran Rendah, Rawan Banjir

img_title Kecanduan Judi Online Hingga Depresi, Pria di Cilincing Nekat Akhiri Hidup Gantung Diri

Salah satu penyebab utama perumahan di Bekasi terendam adalah karena dibangun di area dataran rendah atau bekas sawah. Lokasi seperti ini memang cenderung lebih rentan banjir, terutama jika sistem drainasenya buruk. Sebelum membeli rumah, pastikan Anda mengecek elevasi tanahnya. Jangan mudah percaya pada janji "bebas banjir" dari developer, karena kenyataannya air tetap mencari jalan terendah. Jika hujan sedikit saja rumah sudah kebanjiran, siap-siap sering main air!

2. Legalitas Tidak Jelas

img_title Viral Penampakan Burung Merak di Rumah Mewah Duren Sawit, Siapa Pemiliknya?

Banyak orang tergiur dengan harga rumah murah, tapi ternyata sertifikat hak miliknya (SHM) masih belum jelas atau masih "dalam proses". Ini berbahaya! Hindari membeli perumahan yang sertifikatnya belum resmi karena bisa saja Anda mengalami masalah hukum di kemudian hari. Pastikan tanahnya sudah bersertifikat dan atas nama developer yang sah. Jangan sampai rumah sudah lunas, tapi sertifikatnya tak kunjung jadi.

Ilustrasi rumah/hunian.

Photo :
  • Freepik/wirestock

3. Dekat Lahan Kosong yang Tidak Jelas

Perumahan yang berada di dekat lahan kosong mungkin terlihat biasa saja di siang hari, tapi bisa menjadi sumber masalah di malam hari. Lahan kosong yang tidak memiliki peruntukan jelas bisa menjadi sarang ular, tempat pembuangan sampah ilegal, atau bahkan lokasi proyek mendadak yang mengganggu kenyamanan Anda nantinya. Sebelum membeli, cari tahu rencana penggunaan lahan di sekitarnya untuk menghindari kejutan tidak menyenangkan di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Harga Jauh di Bawah Pasaran

Pernah menemukan rumah dijual dengan harga jauh di bawah pasaran? Hati-hati! Jika harga rumah di daerah tersebut rata-rata Rp300 juta, tapi ada yang menjual hanya Rp150 juta, bisa jadi ada sesuatu yang mencurigakan. Bisa saja ada masalah legalitas, perizinan, atau bahkan sengketa tanah yang belum terselesaikan. Jangan tergiur harga murah tanpa melakukan riset mendalam!

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut