6 Tren Digital di Industri Migas
- VIVA/Dusep Malik
Jika pelaku kejahatan siber membahayakan model AI, konsekuensinya dapat berkisar dari kekeliruan jadwal pemeliharaan hingga kegagalan operasional yang fatal.
Konvergensi TI/OT
Integrasi sistem Teknologi Informasi (TI) dan Teknologi Operasional (OT) memfasilitasi operasi jarak jauh, berbagi data, dan pengambilan keputusan yang lebih baik.Â
Meskipun konvergensi ini meningkatkan efisiensi, hal ini juga menciptakan celah keamanan yang kritis.
Sistem OT lama seringkali tidak memiliki fitur keamanan modern dan tidak dirancang untuk konektivitas eksternal, sehingga menjadikannya target utama serangan siber.
Sifat sistem yang saling terhubung ini berarti bahwa pelanggaran di satu area dapat menyebar ke seluruh jaringan operasional, yang membahayakan keselamatan dan kelangsungan produksi. Risiko ini diperparah oleh kecenderungan untuk mengandalkan infrastruktur yang tidak aman atau usang.
Robotisasi dan 5G
Penerapan robot, drone, dan kendaraan bawah air nirawak yang didukung AI mendukung inspeksi, diagnostik, dan eksplorasi di lingkungan berbahaya. Kehadiran konektivitas 5G meningkatkan transmisi data waktu nyata (real-time), memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat.
Namun, perangkat otonom ini rentan terhadap malware dan peretasan, yang dapat menyebabkan sabotase peralatan atau manipulasi operasi penting.
Seiring robot semakin menggantikan inspeksi manusia, industri menghadapi dilema dalam mempertahankan ketahanan operasional terhadap ancaman siber yang menargetkan aset yang dikendalikan dari jarak jauh ini.
Digital Twins (Kembaran Digital)
Digital twins — replika virtual dari aset fisik—memungkinkan para insinyur untuk mensimulasikan skenario, mengoptimalkan proses, dan memecahkan masalah tanpa mengganggu operasi langsung.
Meskipun sangat berharga untuk efisiensi dan keamanan, Digital twins menimbulkan risiko keamanan siber yang signifikan. Digital twins yang disusupi dapat dimanipulasi untuk menyesatkan keputusan operasional atau mengekspos data sensitif.
Penerapan arsitektur zero trust direkomendasikan untuk memitigasi ancaman siber tersebut, tetapi tantangannya tetap pada pengamanan model yang kompleks dan saling terhubung yang menjadi target menarik bagi penjahat siber.
Teknologi AR dan VR
Teknologi visualisasi canggih seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memfasilitasi pelatihan dan operasi perbaikan jarak jauh, memungkinkan para ahli di seluruh dunia untuk 'berjalan-jalan' di fasilitas pabrik secara virtual.