Ruben Amorim Ribut dengan Petinggi Manchester United

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim
Sumber :
  • AP Photo/Dave Thompson

VIVA – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, kini berada di bawah sorotan tajam internal klub. Direktur olahraga Setan Merah, Jason Wilcox, disebut meminta Amorim segera lebih fleksibel secara taktik jika ingin mempertahankan posisinya di Old Trafford.

img_title Wasit yang Sebabkan MU Dipecundangi Manchester City Kena Sanksi

Musim ini berjalan naik-turun bagi Manchester United. Meski sesekali memperlihatkan performa menjanjikan, Bruno Fernandes dkk juga kerap menelan hasil buruk yang sulit diterima publik Old Trafford.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amorim sudah lebih dari satu tahun menangani United, namun permainan tim dinilai belum mencerminkan standar klub sebesar Manchester United.

img_title Terpopuler: Jose Mourinho Dukung Michael Carrick, John Herdman Bicara Jujur soal Jay Idzes Cedera Kontra Juventus

Masalah utama Amorim terletak pada keras kepala dalam pendekatan taktik. Pelatih asal Portugal itu cenderung mempertahankan satu sistem permainan, meski mendapat tekanan dari fans dan pengamat untuk melakukan perubahan. Dalam beberapa pekan terakhir, Amorim sempat mengubah skema dan hasilnya cukup positif, namun keputusan kembali ke sistem lama justru membuat performa tim kembali menurun.

Jika ingin menyelamatkan kariernya di Manchester United dan membawa tim bersaing hingga akhir musim, Amorim tak punya pilihan selain melakukan perubahan besar. Sejauh ini, ia belum menunjukkan kemampuan beradaptasi secara taktik ketika tim mengalami kesulitan di lapangan.

img_title Gol Haaland Kontroversial, VAR Akhirnya Akui Kesalahan Usai Man City Tekuk Man United

Laporan GIVEMESPORT, menyebutkan bahwa hubungan Amorim dengan Jason Wilcox mulai memanas. Salah satu penyebabnya adalah keinginan Wilcox agar Amorim lebih adaptif dalam pendekatan permainan. Di sisi lain, Amorim juga kecewa karena aktivitas transfer klub dinilai tidak sesuai ekspektasinya.

Namun, fokus utama seharusnya bukan bursa transfer, melainkan performa di lapangan. Amorim saat ini sudah berada dalam tekanan besar, dan memperkeruh hubungan dengan jajaran petinggi klub jelas bukan langkah bijak.

Situasi makin rumit setelah Amorim melontarkan pernyataan kontroversial kepada media. Meski secara resmi berstatus sebagai head coach sejak ditunjuk pada 2024, Amorim menegaskan dirinya adalah manajer penuh, bukan sekadar pelatih kepala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan hanya head coach. Nama saya memang bukan Conte, Tuchel, atau Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United,” ujar Amorim.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak berniat mundur, meski mengakui masa depannya bisa berakhir dalam 18 bulan jika dewan klub menginginkan perubahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut