Keluhan Amorim saat Manchester United Dipermalukan Nottingham Forest
- Mike Egerton/PA via AP
Inggris, VIVA – Manchester United pulang dengan kekalahan saat melawat ke City Ground, markas Nottingham Forest dalam pertandingan lanjutan Premier League, Rabu dini hari WIB 2 April 2025. Skuad asuhan Ruben Amorim takluk dengan skor 0-1.
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Man United. Karena gawang mereka bobol oleh mantan pemain sendiri, Anthony Elanga ketika pertandingan baru memasuki menit kelima.
Amorim angkat bicara seusai pertandingan. Dia merasa anak asuhnya layak mendapatkan hasil lebih baik dari pertandingan melawan Nottingham Forest kali ini. Hal itu merujuk kepada statistik.
Sepanjang pertandingan berjalan, Manchester United tercatat melakukan penguasaan bola sebanyak 69 persen. Mereka melepaskan 23 tembakan ke gawang lawan, tapi cuma enam yang mengarah ke sasaran.
Sang juru taktik melihat situasi ini terjadi karena kualitas anak asuhnya ketika sudah di area pertahanan lawan tak maksimal. Penyelesaian akhir menjadi yang dikeluhkannya.
"Saya pikir kami mengendalikan permainan. Kami sudah tahu bahwa tim ini (Forest) bisa mencetak gol secara mengejutkan," kata Ruben Amorim, dikutip dari laman resmi klub.
"Kami memiliki banyak tembakan ke gawang. Kami mendorong lawan hingga sepertiga akhir. Tapi pada akhirnya kami kekurangan kualitas di sepertiga akhir," imbuhnya.
Amorim tak memungkiri merasa frustrasi dengan hasil pertandingan ini. Ketika permainan menunjukkan anak asuhnya lebih unggul, tapi secara hasil justru berkebalikan.
"Selalu membuat frustrasi ketika Anda tidak menang. Menurut saya, jika Anda melihat permainan, kami pantas mendapatkan lebih dari sekadar kekalahan," tutur juru taktik asal Portugal tersebut.
Kekalahan ini menempatkan Man United di urutan ke-13 klasemen Premier League 2024/2025. Mereka baru membukukan 37 poin dari 30 pertandingan yang dilakoni sejauh ini.
Dengan cuma tersisa delapan pertandingan lagi di musim ini, peluang Man United untuk bisa menembus empat besar klasemen atau zona menuju Liga Champions musim depan amatlah berat.
Menjadi tugas Amorim untuk bisa membawa anak asuhnya bangkit dari keterpurukan ini dan menunjukkan masih layak disebut sebagai klub papan atas Premier League.