6 Cara Budaya Menjelaskan Tentang Gerhana

Gerhana Matahari Cincin.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Setelah gerhana, para pemimpin spiritual akan berusaha mengetahui sumber kemarahannya dan menentukan pengorbanan mana yang harus dipersembahkan. 

img_title Latihannya Aja Udah Keren Banget! Pagelaran Sabang Merauke Siap Pentas 23-24 Agustus 2025

Meskipun suku Inca jarang melakukan pengorbanan manusia, gerhana diperkirakan kadang-kadang dianggap cukup serius untuk melakukan pengorbanan manusia. Puasa juga merupakan hal yang biasa, dan kaisar sering kali menarik diri dari tugas publik selama dan setelah gerhana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Penduduk asli Amerika

img_title Ketika Teknologi dan Tradisi Menyatu

Menurut legenda Choctaw, penyebab gerhana adalah tupai hitam nakal yang menggerogoti Matahari. Seperti naga Cina, tupai harus ditakuti oleh keributan dan teriakan manusia yang menyaksikan peristiwa tersebut. 

Masyarakat Ojibwa dan Cree mempunyai cerita bahwa seorang anak laki-laki (atau terkadang kurcaci) bernama Tcikabis berusaha membalas dendam pada Matahari karena telah membakarnya. 

img_title Resmi Dibuka! Festival Lembah Baliem 2025 Tampilkan Atraksi 1.500 Pemain Pikon

Meskipun ada protes dari saudara perempuannya, dia menjebak Matahari, menyebabkan gerhana. Berbagai hewan mencoba melepaskan Matahari dari perangkapnya, namun hanya tikus rendahan yang dapat mengunyah tali tersebut dan mengembalikan Matahari ke jalurnya.

5. Afrika Barat

Gerhana Matahari Cincin

Photo :
  • www.bmkg.go.id

Batammaliba adalah suku kuno di Togo utara dan Benin. Menurut legenda mereka, kemarahan dan perkelahian manusia menyebar ke Matahari dan Bulan, yang mulai saling bertarung dan menyebabkan gerhana. 

Ibu pertama yang legendaris, Puka Puka dan Kuiyecoke, mendesak penduduk desa untuk menunjukkan perdamaian kepada Matahari dan Bulan untuk meyakinkan mereka menghentikan perkelahian mereka. Saat terjadi gerhana, masyarakat Batammaliba menebus perseteruan lama dan bersatu secara damai untuk mendorong perdamaian antar benda langit.

6. Mesir

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anehnya, masyarakat Mesir kuno tidak meninggalkan catatan eksplisit apa pun yang merinci gerhana matahari, meskipun peristiwa seperti itu pasti telah diamati oleh para penyembah matahari yang paham astronomi. 
Beberapa pakar berpendapat bahwa mungkin gerhana sangat menyusahkan dan sengaja tidak dicatat agar tidak "memberikan peristiwa tersebut permanen" atau menggoda dewa matahari Re (Ra). 

Seorang Egyptologist berpendapat bahwa berbagai referensi tentang bentuk kebutaan yang tampaknya bersifat metaforis selaras dengan tanggal historis gerhana dan mungkin merupakan catatan simbolis dari peristiwa tersebut. Atau mungkin catatan papirus hilang begitu saja seiring berjalannya waktu.

Deklarasi MAKN 2025

Siap Kontribusi di Sektor Ekonomi hingga Budaya RI, MAKN Gelar Deklarasi 2025

Guna mendukung pembangunan nasional di bidang ekonomi, budaya, hingga diplomasi internasional, Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) menggelar Deklarasi MAKN 2025.

img_title
VIVA.co.id
30 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut