- AP Photo/Tara Todras-Whitehill
“Tugas saya adalah menjaga motivasi orang, memberikan informasi, dan menyemangati mereka untuk menjadi bagian dari gerakan. Tak sekadar melaporkan kegiatan itu saja,” katanya. Tentang identitasnya yang tetap disembunyikan, ElShaheed berkomentar singkat. “Saya sebisa mungkin berusaha untuk tetap anonim. Tentu saja saya tetap takut,” katanya, jujur.
Di saat koneksi Internet di Mesir mati, tentu kegiatan di laman Facebook Gerakan Pemuda 6 April dan Khaled Said mendadak sepi. Saat itulah Al Jazeera memainkan peranan yang tak kalah besar dibandingkan media sosial.
Saat pemerintah Mesir berusaha mengacak sinyal TV satelit milik Al Jazeera, jaringan TV yang bermarkas di Qatar itu menemukan cara untuk menembus sensor, yakni dengan memanfaatkan metoda frequency-switching untuk mengirimkan informasi kepada para pemirsa. Tak hanya itu, Al Jazeera juga mengumumkan frekuensi yang bisa dimanfaatkan para penonton di Mesir agar bisa ditonton. Al Jazeera kemudian juga bisa diakeses pula melalui jaringan milik saluran TV pesaing lain di Arab.
Tak heran bila di mana-mana, dari supermarket hingga ke tempat tukang jahit, saluran TV yang dinyalakan adalah Al Jazeera. "Yang unik dari Al Jazeera—setuju atau tidak—ini adalah saluran TV satelit Arab pertama yang memungkinkan orang Arab berbicara dengan bebas tanpa filter tentang rezim-rezim represif di Arab," kata Jeannie Sowers, pengamat politik Timur Tengah dari University of New Hampshire, kepada Scientific American.
Dunia internasional pun tak tinggal diam melihat saluran Internet Mesir yang mati. Selain upaya Telecomix mendengarkan pesan yang disampaikan melalui saluran radio amatir, hacker Anonymous, dan pihak-pihak dari Eropa memberikan beberapa nomor telepon di luar Mesir--beberapa di antaranya bebas pulsa (toll-free)--sehingga rakyat Mesir bisa menikmati Internet melalui modem dial-up dengan sambungan telepon internasional.
Selain itu, beberapa aktivis juga membuat sebuah situs proxy (penghubung) agar warga Mesir bisa tetap mengakses Internet melalui saluran telepon kabel dalam negeri. Google dan Twitter juga bekerja sama menyediakan layanan "speech to tweet" yang memungkinkan warga Mesir mem-post tweet dengan cara meninggalkan rekaman pesan suara mereka melalui jaringan telepon kabel.