- AP Photo/Tara Todras-Whitehill
Rabu, 2 Februari 2011, sepekan lebih sehari, sejak aksi pertama kelompok oposisi dilakukan, layanan Internet Mesir akhirnya kembali pulih. Setelah Hosni Mubarak berjanji tak akan lagi mencalonkan diri pada pemilu mendatang, penyedia-penyedia layanan Internet Mesir mengembalikan koneksi pada pukul 11.29 waktu Kairo.
Namun, perjuangan belum berakhir. Kelompok oposisi tetap menghendaki kemakzulan Mubarak secepat mungkin. Di jalanan, korban berjatuhan baik di kalangan demonstran maupun di pihak pendukung bayaran Mubarak.
Di dunia maya pun, pertempuran belum usai. Setelah Internet normal kembali, para hacker Anonymous kembali membombardir situs-situs milik pemerintahan. Mereka mengincar situs Kementerian Informasi Mesir dan situs Partai Nasional Demokrat. Bahkan situs resmi Presiden Yaman juga ikut menjadi sasaran.
Sementara itu, Gerakan Pemuda 6 April dan Kelompok Khaled Said terus menggalang dukungan di Facebook. ElShaheed bertekad akan terus mendukung perjuangan di ranah maya hingga revolusi berhasil mencapai tujuannya. “Tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi ke depan— termasuk Mubarak,” katanya.
Bila perjuangan berakhir, ElShaheed berjanji tak akan mengungkap jati diri aslinya. “Ini bukan perjuangan milik saya pribadi. Ini bukan mengenai saya, tapi ini mengenai rakyat Mesir." katanya. (kd)