Deretan Senyawa Pengobat pada Ganja
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Terlepas dari manfaatnya untuk bidang kedokteran, Sofna menekankan, agar tidak sembarangan mengolah atau memanfaatkan ganja, sebab terkait dengan status hukumnya.
"Tanaman ini dan ekstraknya dikategorikan sebagai bahan terlarang di Indonesia secara hukum," tuturnya.Â
Berikut enam senyawa yang paling dominan pada ganja:
1. THC (tetrahydrocannabinol)Â
Senyawa ini bersifat psikoaktif. Senyawa ini sangat larut dalam lemak, sehingga bisa menembus peredaran darah otak (blood brain barrier) dan memacu fungsi otak, yang dapat mengakibatkan perubahan sementara atas fungsi kognitif. Senyawa ini pula yg menimbulkan efek adiksi atau ketergantungan. Senyawa dapat memengaruhi mood hingga menimbulkan euforia/rasa gembira berlebihan, meningkatkan selera makan, dan lainnya. Namun hanya bersifat sementara.Â
2. CBD (Cannabidiol); senyawa ini bersifat non-psikoaktif.Â
3. CBC (cannabichromene); senyawa ini bersifat non-psikoaktif.
4. CBG (cannabigerol); senyawa ini bersifat non-psikoaktif.
5. CBN (cannabinol); senyawa ini bersifat non-psikoaktif.
6. THCA (tetrahydro cannabinoic acid); senyawa ini bersifat non-psikoaktif.Â
(ase)