Sujud dalam Salat Bermanfaat untuk Kesehatan Otak
- ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Proses fisiologi yang sempurna ini, bisa menjaga dan meningkatkan proses plastisitas, neurogenesis, atau perbaharuan, serta dinamika fungsi sistem saraf di dalam otak.Â
"Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah, yang pada akhirnya menjamin pemenuhan semua kebutuhan sistem saraf berupa, oksigen, electrolit, neurotransmitter, enzim-enzim, serta semua kebutuhan utama otak secara maksimal dan efisen," jelas Taruna.
Dia mengatakan, pada pandangan ilmu electrodinamik, sujud adalah proses grounding seluruh energi tubuh manusia, sebagai upaya penghambaan dan menjadikan kepastian bahwa penghambaan dan penyembahan, merupakan kewajiban seorang hamba, yang akan membawa dampak yang sangat penting bagi kehidupannya.
Dengan manifestasi ketundukan pada Sang Pencipta pada posisi sujud tersebut, Taruna menuturkan, akan memberikan kepastian kehidupan dan ketenangan batin, rohani dan spiritual. Sehingga, pada gilirannya akan menimbulkan rasa aman, damai, dan tenang, serta kebahagiaan hidup secara fisikal biologi dan rohaniah atau spiritual menjadi seimbang.Â
Keseimbangan keduanya, akan memberikan dampak secara biologi sistem saraf berupa harmonisasi neurotransmitter sistem saraf seperti epinephrine, dopamine, acetyl choline, demikian pula keseimbangan antara excitatory dan inhibitory neuron.Â
"Kondisi ini akan memberikan rasa spiritual atau jiwa yang tenang. Jauh dari perasaan khawatir, stres, cemas, dan berbagai manisfestasi negatif dari psikoneurologis. Kondisi ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung akan meningkatkan kesehatan otak," jelasnya.
Berikutnya, manfaat sujud>>>
Taruna menjelaskan, jika secara rutin melakukan gerakan sujud yang tepat dan benar, akan mendapatkan sejumlah manfaat dalam konteks fungsi otak sebagai berikut:
1. Peningkatan saturasi oksigen, nutrients (zat-zata makanan dan electrolit), serta neurotransmitters di otak.Â
2. Meningkatkan sipnapsis dan neurogenesis/perbaharuan sel-sel saraf.
3. Peningkatan rasa bahagia sebagai manifestasi unsur ketakwaan dan penghambaan.
4. Menurunkan rasa cemas, stres, khawatir dan ketakutan.
5. Memperbaiki harmonisasi atau keseimbangan sistem saraf, khususnya berhubungan dengan eksitatori dan inhibitori neurons. (asp)