Kalender Bulan Vs Matahari, Ini Plus Minusnya
- Pixabay
VIVA.co.id – Umat Islam di Indonesia merayakan pergantian tahun Hijriyah pada malam ini. Rabu 20 September 2017 menjelang petang merupakan akhir tahun dari kalender 1438 Hijriyah. Sedangkan setelahnya, Rabu malam atau Kamis 21 September 2017 dalam kalender Masehi sudah masuk sebagai hari pertama tahun baru 1439 Hijriyah.Â
Perhitungan tahun bari Hijriyah memang berbeda dengan kalander tahun baru Masehi. Kalender Islam tersebut berbasis pada perubahan fase Bulan, sedangkan kalender Masehi berbasis perhitungan matahari. Kedua kalender punya waktu yang sama dalam setahun yaitu 12 bulan.Â
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menuturkan, kalender Hijriyah yang berbasis bulan dan Masehi yang berbasis matahari masing-masing punya keunggulan dan kelemahan.
Thomas menjelaskan, untuk kalender bulan, punya keunggulan mudah dilihat perubahan tanda-tandanya dari hari ke hari. Sebab penampakan fase bulan bisa dilihat dari bulan sabit atau hilal, purnama sampai bulan tua. Makanya kemudahan ini dimanfaatkan bagi perayaan acara keagamaan berbagai agama.Â
"Sehingga digunakan untuk kegiatan ritual hampir semua agama, yaitu puasa dan hari raya bagi Islam, Nyepi bagi Hindu, Waisak bagi Budha, dan Paskah bagi Kristiani," ujar Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lapan tersebut.Â
Kelebihan lain dari kalender Hijriyah, kata Thomas, yakni ada tahun 0, yang mana dimulai saat Rasulullah SAW berhijrah dari Mekah ke Madinah. Karena tahun HIjriyah adalah jumlah tahun setelah selesai Rasul SAW hijrah, maka 1439 Hijriyah artinya 1439 tahun setelah Rasul hijrah.
"Sedangkan kalender matahari Masehi dimulai dari tahun 1," tuturnya.
Tapi kelemahan dari kalender bulan yaitu susah untuk menyatukan penggunaan kalender ini diberbagai negara. Sebab garis awal bulan tiap bulan berubah. Â "Hanya dengan kesepakatan penyatuan bisa dilakukan," jelasnya.Â
Kalender Matahari
Sedangkan kalender matahari punya keunggulan untuk penyesuaian musim. Thomas mengatakan, kalender matahari punya keunggulan terkait dengan perubahan musim sehingga cocok untuk kegiatan umum yang memperhitungkan musim. Kalender ini cocok diterapkan dalam bidang pertanian, pelayaran, jadwal aktivitas akademik dan lainnya.Â
Kelemahan kalender matahari yaitu tidak bisa dikenali di alam untuk perubahan hari ke hari, beda dengan kalender bulan yang bisa mengenalinya dari bentuk fase bulan.Â