Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Dwi Hartanto

Surat pencabutan penghargaan kepada Dwi Hartanto oleh KBRI Den Haag.
Sumber :
  • Laman KBRI Den Haag

VIVA.co.id – Mahasiswa doktoral TU Delft, Belanda, Dwi Hartanto, sedang menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Tak disangka, awalnya publik kagum dan terkesima dengan segudang prestasi yang ditorehkan Dwi, tapi berbalik kaget dengan pengakuannya. Dwi mengatakan deretan prestasi yang dia sampaikan adalah bohong belaka. 

img_title Ilmuwan Indonesia Terlibat dalam Penelitian Menanam Padi di Mars

Dwi sempat mencuri perhatian dan membuat ilmuwan Indonesia lain terkesima dengan deretan prestasinya, saat usianya masih muda, 30 tahunan. Salah satu yang kagum yakni Deden Rukmana, seorang professor dan koordinator program Urban Studies and Planning Savannah State University, Amerika Serikat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam postingan di laman Facebooknya, Deden mengungkapkan bagaimana kronologi terbongkarnya kebohongan Dwi. 

img_title 10 Ilmuwan Indonesia yang Hasil Risetnya Diakui Dunia, Siapa Saja?

Deden menuliskan dia bertemu dengan Dwi dalam kegiatan Visiting World Class Professor yang diadakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada 17-24 Desember 2016. Dalam forum itu, Deden dan Dwi merupakan bagian lebih dari 40 ilmuwan diaspora Indonesia yang mengajar dan meneliti di berbagai belahan dunia. 

Dalam pertemuan awal dengan Dwi, Deden mengakui begitu kagum. Sebab dengan usia Dwi yang masih muda, 34 tahun, tapi dia sudah menyandang jabatan Assistant Professor di Technische Universiteit Delft atau TU Delft, Belanda dalam bidang Aerospace. 

img_title Ada Sentuhan Tangan Ilmuwan Indonesia di Perusahaan Milik Elon Musk

Deden semakin bangga dengan Dwi kala dia membaca berita di internet, BJ Habibie memanggil khusus Dwi di salah satu restoran di Den Haag, Belanda pada awal Desember 2016. 

"Saya semakin bangga untuk memiliki teman ilmuwan yang akan meneruskan sepak terjang Bapak BJ. Habibie dalam dunia teknologi dirgantara di Indonesia," ujarnya dalam postingan di Facebook. 

Kebanggaan atas prestasi mentereng Dwi berlanjut sampai kurang lebih setahun berikutnya. Kebanggaan Deden atas Dwi mulai terinterupsi dengan pembahasan pengurus Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) di grup WhatsApp tentang sepak terjang Dwi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deden mengatakan, pada 10 September 2017, salah satu anggota grup pengurus I-4 secara terpisah mengirimkan dua dokumen lengkap investigasi beragam klaim yang disampaikan Dwi selama ini. Kedua dokumen itu disiapkan beberapa teman Indonesia di TU Delft yang mengenal Dwi secara pribadi.

Dokumen pertama setebal 33 halaman berisi rangkaian data digital dan interaksi Dwi di internet. Sedangkan dokumen kedua 8 halaman berisi investigasi klaim Dwi, mulai dari latar belakang S1, usia, roket militer, PhD dalam bidang Aerospace, Professorship dalamn bidang Aerospace, Technical Director di bidang rocket technology and aerospace engineering, wawancara dengan media international, dan kompetisi riset.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut