Mana yang Lebih Buruk, Ganja atau Alkohol?
- ANTARA FOTO/Rahmad
6. Pemabuk kerap melakukan kekerasan, ganja tidak
Menurut Dewan Nasional yang mengurusi ketergantungan obat dan alkohol, konsumsi bir atau minuman beralkohol lainnya merupakan faktor yang menyebabkan 40 persen kekerasan yang terjadi. Apalagi kekerasan fisik dan mental.
7. Efek jangka panjang alkohol
Efek jangka panjang yang ditimbulkan ganja, menurut penelitian, tidak ada. Ganja hanya akan berdampak jangka pendek. Bahkan beberapa minggu setelah berhenti mengonsumsi ganja maka tubuh akan kembali seperti semula. Sedangkan peminum berat akan mengalami penyusutan memori, tak bisa fokus, dan emosi yang tak stabil, depresi dan cenderung waswas.
8. Alkohol berhubungan dengan obesitas
Studi American Journal of Preventative Medicine mengatakan jika alkohol bisa menaikkan berat badan dan penggunanya berpotensi obesitas. Sedangkan ganja mengurangi sinyal kelaparan dan membuat penggunanya selalu merasa kenyang.
Sejatinya, hasil kesimpulan ini tidak adil juga mengingat para ilmuwan telah meneliti efek alkohol sejak bertahun-tahun lalu. Namun penelitian tentang ganja belum terlalu lama dilakukan karena statusnya yang masuk dalam obat terlarang atau ilegal.
Yang jelas, baik alkohol maupun ganja tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dan selalu ada alasan untuk tidak mengonsumsi itu semua. (ase)