Hati-hati Penipuan Bermodus Karyawan Gojek, Jangan Serahkan Kode OTP

Gojek.
Sumber :
  • The Straits Times

VIVA – Pengguna Gojek, hati-hati ya jika menerima telepon dari orang yang ngaku-ngaku karyawan Gojek. Bisa jadi ini modus penipuan!

img_title 11 Anggota Keluarga Mafia di Tiongkok Dijatuhi Hukuman Mati

Hari ini, Rabu, 10 Juli 2019, perusahaan layanan transportasi online Gojek mengirimkan pesan ke email pengguna. Isinya berupa peringatan supaya Gojekers (panggilan untuk pelanggan Gojek) tidak terkecoh dengan aksi penipuan yang memberi iming-iming hadiah uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika kamu Gojekers, coba cek inbox. Siapa tahu pesan itu sudah masuk di email kamu.

img_title Tragedi Ponpes di Sidoarjo, DPR Dorong Perkuat Standar Keselamatan Pendidikan

Gojek mengemas pesan peringatan tersebut dengan cara yang menarik. Pertama-tama kamu diajak berkenalan dengan Kapten Gaspol. Dia adalah Penjaga Kerahasiaan Kode Verifikasi. Gaspol ada kepanjangannya juga: Garda Sikat Penipuan Oknum Liar.

Hati-hati penipuan ngaku-ngaku karyawan Gojek

img_title Senggolan Joget Berujung Maut di Kafe Kemayoran, 1 Remaja Tewas Ditusuk, 7 Pelaku Dibekuk

Kemudian, ada simulasi percakapan yang ditampilkan dalam gambar komik. Ceritanya, ada Gojekers yang melapor ke CS Gojek, bahwa saldo Gopay-nya raib, padahal baru diisi Rp500 ribu.

Setelah ditelusuri, Gojekers tersebut telah mentransfer saldo Gopay-nya ke nomor lain. Usut punya usut, hal itu ia lakukan setelah mendapat telepon dari orang yang mengaku sebagai karyawan Gojek. Ia pun memberitahukan nomor ponsel, email, dan one time password (OTP) atau kode verifikasi ke orang tersebut.

Hati-hati modus penipuan ngaku-ngaku karyawan Gojek

"Pagi ini, seorang user dikelabui oknum antek-antek Mister S.K.A.M. Modusnya, mereka ngaku jadi karyawan Gojek yang memberikan kabar fiktif namun bikin gembira: korbannya menang undian berhadiah jutaan rupiah. Dengan berbagai cara, mereka mengarahkan korban untuk menyerahkan nomor kode verifikasi akunmu, atau bahasa teknisnya One Time Password alias OTP," bunyi pesan Gojek.

Perlu digarisbawahi bahwa OTP tidak semestinya diketahui orang lain. Satu-satunya orang yang berhak tahu OTP, yakni pengguna itu sendiri. Jadi, jika ada pihak lain, terutama orang yang tak dikenal meminta kode OTP, sikap yang tepat adalah menolaknya.

Dalam pesan peringatan tersebut, Gojek juga menyertakan kuis singkat untuk mengetes kesiapan Gojekers dalam menghadapi tipu muslihat oknum yang mengaku-ngaku karyawan Gojek. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kantor Gojek di Singapura.

Pada intinya, Gojek menjelaskan jangan pernah percaya dengan modus penipuan ini. Meski si penelepon terlihat sangat meyakinkan dengan menyebutkan divisi kerja, dan nomor pegawai, termasuk beralasan meminta kode OTP demi kelancaran pencairan hadiah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut