Pemimpin Bimbang dan Cara Kerja Otaknya

Ahli otak dan neurosains Indonesia, Taruna Ikrar
Sumber :
  • VIVA/Amal Nur Ngazis

Menurut Taruna, amygdala layaknya lampu lalu lintas di persimpangan jalan. Makanya amygdala ini bisa berpengaruh pada lambat atau cepatnya seseorang mengambil keputusan. Di dalam amygdala terdapat hormon melatonin, dopamin serta kortisol. 

img_title Kapal Selam Buatan Anak Bangsa KRI Alugoro-405 Unjuk Gigi di Depan Prabowo

Dia menjelaskan, amygdala merupakan tempat produksi neurotransmitter yang menjadi sentral terjadinya pergerakan atau transmisi dalam otak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Otak memiliki dua transmisi yakni dalam bentuk hormonal atau transmisi menghantarkan listrik elektron dan apakah otak terhubung langsung. Dari tiga koneksi langsung itu, kata Taruna, apakah langsung atau lewat hormonal atau elektron. 

img_title KRI Brawijaya-320 Pimpin Armada Raksasa TNI AL di Teluk Jakarta, Prabowo Saksikan Langsung

"Ketiganya bisa pengaruhi pengambilan keputusan," tegasnya. 

Seorang pengambil keputusan akan menggunakan memorinya di hippocampus dan area sublimbik melibatkan insting sang pengambil keputusan. Dalam proses ini, ada keterhubungan dari penglihatan, pendengaran dan sebagainya bersatu padu sehingga lahirlah keputusan A atau keputusan B. 

img_title Ini Alasan Prabowo Beri Pangkat Istimewa ke 11 Purnawirawan TNI

"Dalam konteks itu sublimbik amygdala atau hippocampus di otak tengah itu bekerja sama terjadi sirkuit dan keputusan itu jalan akan kirim sinyal. Ada dikirim dua sinyal yakni neurotransmitter itu hormon otak ke daerah cortex di daerah depan, dari situ diolah diambil kebijakan prefrontal cortex, terus dikirim ke belakang untuk ambil keputusan gerakan apa. Misalnya keputusan A," jelasnya. 

Pemimpin bimbang

Dalam kajian neuroleadership, Taruna mengatakan, pengambilan keputusan strategis yang ragu-ragu atau bimbang bisa dilihat dari tempo keputusan tersebut diambil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sistem kerja otak maka akan melibatkan berapa lama waktu, berapa elektron, bagaimana neurotransmitter bekerja melakukan satu tugas respons atas informasi tertentu.

Kalau prosesnya memakan waktu lama itu, menurutnya bisa diartikan keputusan yang tidak tegas. 
 
"Kalau pemimpin yang bimbang itu mikir otaknya lebih lama. Dan dalam tiga aspek tadi di otak ada ranah neuro kompensasi. Makin pengalaman itu seharusnya makin lebih baik cepat. Pemimpin cukup lama ambil keputusan biasanya mungkin karena belum punya pengalaman, neuro kompensasi itu berlatih dengan kompensasi apa yang menjadi masalah di masa lalu," jelasnya. (ali)

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Wamenhan: Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Tunggu Komando Presiden Prabowo

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mengatakan TNI sudah menyiapkan prajurit TNI untuk dikirim ke Gaza menyusul bergabungnya RI ke Board of Peace.

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut