Indonesia Berada di Persimpangan

Managing Director HPE Indonesia, Meygin Agustina.
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

Tak pelak, perusahaan membutuhkan pusat data atau data center namun operasional tetap efisien. Melalui platform HPE Compute Ops Management, pelanggan dapat memantau dan mengelola server berbasis cloud dengan bantuan AI.

img_title Hidupnya Tak Selalu Mulus, 7 Weton Ini Konon Baru Berjaya Setelah Usia 40, Anda Termasuk?

Sistem ini diklaim mampu memprediksi konsumsi daya dan emisi karbon, serta menyederhanakan pengaturan awal perangkat secara otomatis, bahkan untuk lokasi terpencil tanpa staf TI sekali pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fitur visual berbasis peta dan integrasi dengan alat pihak ketiga membantu memangkas waktu henti (downtime) hingga 4,8 jam per server per tahun.

img_title Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Mangkir Pemeriksaan KPK, Dipanggil Ulang Kapan?

HPE Power Advisor, alat perencanaan mandiri, turut disediakan untuk membantu pelanggan memperkirakan dampak lingkungan dan operasional dari penggunaan teknologi mereka.

Server HPE ProLiant Gen12 dirancang untuk menangani beban kerja berat seperti AI, big data analytics, hybrid cloud, dan virtual desktop infrastructure (VDI).

img_title Profil Eva Stevany Rataba, Anggota DPR Masuk Desil 4 Penerima Bansos Hartanya Capai Rp16 Miliar

Jika dibanding generasi sebelumnya, server HPE ProLiant Gen12 menawarkan peningkatan efisiensi performa per watt hingga 41 persen dan penghematan daya tahunan hingga 65 persen.

"Satu unit Gen12 mampu menggantikan tujuh unit dari generasi Gen10, memungkinkan pembebasan ruang dan daya di data center," tegas Meygin Agustina.

Bagi lingkungan operasional yang membutuhkan efisiensi termal tinggi, HPE juga menawarkan opsi direct liquid cooling (DLC), sistem pendingin berbasis cairan yang 3.000 kali lebih efektif dibanding udara.

Tak hanya mengandalkan perangkat keras atau hardware, Hewlett Packard Enterprise turut menggandeng NVidia dalam menghadirkan solusi untuk mengoptimalkan fungsi AI di sistem server HPE ProLiant Gen12.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengaku jika Hewlett Packard Enterprise juga aktif mengembangkan ekosistem lokal melalui kolaborasi dengan startup dan program ISV (Independent Software Vendor), serta inisiatif ICIP Community untuk mendorong pertumbuhan industri digital di Indonesia.

"Indonesia berada di persimpangan. Apakah menggunakan sistem konvensional atau beralih ke cloud. Kami menekankan pentingnya pendekatan hybrid untuk menjaga kedaulatan data dan efisiensi investasi," ucap Meygin Agustina, menutup pembicaraan.

PT Freeport Indonesia kirim konsentrat tembaga perdana ke Smelter Gresik.

Kemendag: HPE Konsentrat Tembaga Melonjak Imbas Naiknya Harga Logam di Pasar Global

Tommy Andana melaporkan, harga patokan ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga ditetapkan sebesar US$5.613,83 per Wet Metrik Ton (WMT), pada paruh kedua Desember 2025 .

img_title
VIVA.co.id
16 Desember 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut