Indonesia Berada di Persimpangan
- VIVA/Lazuardhi Utama
Tak pelak, perusahaan membutuhkan pusat data atau data center namun operasional tetap efisien. Melalui platform HPE Compute Ops Management, pelanggan dapat memantau dan mengelola server berbasis cloud dengan bantuan AI.
Sistem ini diklaim mampu memprediksi konsumsi daya dan emisi karbon, serta menyederhanakan pengaturan awal perangkat secara otomatis, bahkan untuk lokasi terpencil tanpa staf TI sekali pun.
Fitur visual berbasis peta dan integrasi dengan alat pihak ketiga membantu memangkas waktu henti (downtime) hingga 4,8 jam per server per tahun.
HPE Power Advisor, alat perencanaan mandiri, turut disediakan untuk membantu pelanggan memperkirakan dampak lingkungan dan operasional dari penggunaan teknologi mereka.
Server HPE ProLiant Gen12 dirancang untuk menangani beban kerja berat seperti AI, big data analytics, hybrid cloud, dan virtual desktop infrastructure (VDI).
Jika dibanding generasi sebelumnya, server HPE ProLiant Gen12 menawarkan peningkatan efisiensi performa per watt hingga 41 persen dan penghematan daya tahunan hingga 65 persen.
"Satu unit Gen12 mampu menggantikan tujuh unit dari generasi Gen10, memungkinkan pembebasan ruang dan daya di data center," tegas Meygin Agustina.
Bagi lingkungan operasional yang membutuhkan efisiensi termal tinggi, HPE juga menawarkan opsi direct liquid cooling (DLC), sistem pendingin berbasis cairan yang 3.000 kali lebih efektif dibanding udara.
Tak hanya mengandalkan perangkat keras atau hardware, Hewlett Packard Enterprise turut menggandeng NVidia dalam menghadirkan solusi untuk mengoptimalkan fungsi AI di sistem server HPE ProLiant Gen12.
Ia mengaku jika Hewlett Packard Enterprise juga aktif mengembangkan ekosistem lokal melalui kolaborasi dengan startup dan program ISV (Independent Software Vendor), serta inisiatif ICIP Community untuk mendorong pertumbuhan industri digital di Indonesia.
"Indonesia berada di persimpangan. Apakah menggunakan sistem konvensional atau beralih ke cloud. Kami menekankan pentingnya pendekatan hybrid untuk menjaga kedaulatan data dan efisiensi investasi," ucap Meygin Agustina, menutup pembicaraan.