5 Fakta Pembunuhan Ali bin Abu thalib
- Website/bincangmuslimah.com
Mereka memutuskan untuk membunuh ketiganya untuk menyelesaikan "situasi menyedihkan" umat Islam dan juga membalas rekan-rekan mereka yang telah gugur di Nahrawan.
Dengan niat membunuh Ali, Ibnu Muljam menuju ke Kufah, ketika di Kufah ia jatuh cinta dengan seorang perempuan yang saudara laki-laki dan ayahnya juga terbunuh di Nahrawan. Dia setuju untuk menikah dengan Ibn Muljam dengan syarat dia akan membunuh Ali dan juga membantunya dalam usaha tersebut.
Ali dibunuh oleh Abd al-Rahman bin 'Amr bin Muljam al-Muradi, seorang Khawarij dari Mesir. Ibnu Muljam berasal dari suku Himyar dari pihak ayah tetapi termasuk di antara Murad karena kekerabatan dari pihak ibu. Yang terakhir bersekutu dengan suku Kinda. Dia memasuki Kufah dengan niat membunuh Ali untuk pertempuran Nahrawan.
Menurut al-Tabari, Ibn Muljam bertemu di Kufah sekelompok suku Taym al-Ribab dan sepuluh anggota suku mereka yang meninggal di Nahrawan. Di antara mereka ada seorang perempuan bernama Quttaam, yang membuat Ibnu Muljam kagum.
Ibnu Muljam melamar nya dan setuju dengan syarat bahwa yang dijadikan hadiah pernikahannya dengan membunuh Ali. Dia juga mengatur agar anggota sukunya, Wardan, untuk membantu Ibn Muljam dalam misinya. Sementara itu, suku Wardan meminta bantuan Shabib ibn Bujra. Malam sebelum pembunuhan, para konspirator menempatkan diri mereka di seberang pintu tempat Ali akan memasuki masjid.
Pada hari Jumat, 19 (atau 17) Ramadan, Ali tiba di masjid untuk memimpin salat Subuh. Ibn Muljam menyerang dan melukai Ali di mahkota kepalanya dengan pedang setelah Ali membacakan ayat-ayat dari surah al-Anbiya sebagai bagian dari doa atau saat dia memasuki masjid.
Ali meninggal dua hari kemudian pada 21 Ramadan 40 H (30 Januari 661) atau 19 Ramadan 40 (28 Januari 661) pada usia 62 atau 63. Dia telah meminta, jika dia tidak selamat, Ibn Muljam harus di eksekusi sebagai pembalasan (qisas) dan ini digenapi setelah kematiannya oleh putra sulungnya, Hasan.
Kematiannya Sudah Diprediksi
Beberapa sumber menulis bahwa Ali tahu tentang nasibnya jauh sebelum pembunuhan baik dengan firasat nya sendiri atau melalui Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW telah memberi tahu Ali bahwa janggut nya akan ternodai dengan darah yang berasal dari kepalanya.