Cara Membersihkan Najis Sesuai dengan Jenisnya

ilustrasi membersihkan najis
Sumber :
  • freepik

VIVA Edukasi – Dalam agama Islam terdapat istilah najasah atau najis yang secara bahasa berarti kotoran. Sementara dalam syariat Islam, najis merupakan segala sesuatu yang dianggap kotor oleh syariat. Maka dari itu ketika terkena najis, Muslim dilarang melakukan ibadah dan harus membersihkan diri.

img_title 5 Cara Orang Kaya Mengelola Uang yang Bisa Kamu Tiru, Terbukti Powerfull

Cara membersihkan najis pun tidak bisa sembarangan. Tentu langkah-langkah membersihkan diri dari najis harus sesuai dengan syariat dan berdasarkan jenisnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perintah membersihkan najis

img_title Cara Mudah Membersihkan AC Sendiri di Rumah, Tanpa Perlu Panggil Tukang!

Ilustrasi kotoran

Photo :
  • U-Report

Perintah membersihkan najis tertera dalam QS Al Baqarah ayat 25 yang artinya:

img_title 6 Cara Kilat Kelas Menengah Bisa Naik Kasta di Tahun 2025, Kuncinya...

“Dan kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail untuk menyucikan rumahKu bagi orang-orang yang ber-thawaf, ber-i’tikaf, dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.”

Cara membersihkan najis 

ilustrasi najis di pakaian

Photo :
  • freepik/vectorpocket

Dilansir dari situs resmi Kemenag, dilihat dari kekuatan dan sumbernya, najis dibagi menjadi tiga jenis yang terdiri dari najis mugholladhah, mukhoffafah, dan mutawassithoh. Berikut penjelasan jenis najis dengan contoh dan cara mensucikannya:

  1. Najis mugholladhah (najis berat) adalah najis dari anjing, babi, serta segala keturunannya. Cara membersihkan diri atau benda dari najis ini yaitu membasuh daerah yang terkena najis dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan debu.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Cara mencuci bejana seseorang di antara kamu apabila dijilat anjing hendaklah dibasuh tujuh kali, salah satunya dicampur dengan debu.” (H.R Muslim).

Adapun babi disamakan dengan anjing karena termasuk binatang keji. Firman Allah SWT yang berarti:

“...atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor…” (QS Al An’am ayat 145)

  1. Najis mukhoffafah (najis ringan) merupakan najis berupa air seni anak laki-laki yang belum genap berumur dua tahun dan belum pernah mengonsumsi selain ASI. Cara membersihkan najis mukhoffafah yaitu dengan memercikkan air pada benda atau anggota tubuh yang terkena meskipun tidak mengalir. 

Bayi laki-laki.

Photo :
  • U-Report

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Dari Ummi Qais R.A sesungguhnya ia pernah membawa seorang anak laki-lakinya yang belum pernah makan makanan. Lalu anak itu dipangku oleh Rasulullah SAW dan anak itu kencing di pangkuannya. Kemudian Rasulullah SAW meminta air lalu memercikkan air itu ke bagian yang terkena kencingnya dan tidak dibasuhnya.” (H.R Bukhari dan Muslim).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  1. Najis mukhoffafah (najis sedang) dibagi menjadi dua macam:
  • Najis hukmiyah: najis yang diyakini ada tetapi tidak nyata dzat, bau, rasa, maupun warnanya seperti air kencing yang sudah lama kering sehingga sifat-sifatnya telah hilang. Cara mencuci najis ini cukup dengan mengalirkan air di atas benda atau anggota tubuh yang kena.
  • Najis ‘ainiyah: najis yang masih terdapat dzat atau salah satu sifatnya seperti bau, warna, dan rasa. Cara membersihkan najis ‘ainiyah yakni dengan membasuh dzat, bau, warna, dan rasanya. Apabila bau dan warna sulit dihilangkan dengan cara dikerok, digosok, maupun dicuci dengan sabun, maka hukumnya dimaafkan. 
Ilustrasi Gen Z

Kenali Financial Detox, Cara Modern Atur Uang demi Capai Kemandirian Keuangan

Temukan cara modern mengelola keuangan lewat financial detox untuk hilangkan kebiasaan boros, atur anggaran lebih sehat, dan raih kebebasan finansial secara bertahap.

img_title
VIVA.co.id
10 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut