Bermodal 5 Gram Maggot, Kini Kelola 5 Ton Sampah Perhari
- vstory
![]()
Kehadiran program budidaya maggot yang digagas oleh Arky memberikan bantuan yang signifikan bagi pemerintah Banyumas. Sebagai tanggapan atas upayanya, pemerintah memberikan dukungan berupa tempat untuk mengolah sampah menjadi bubur sampah, yang kemudian diambil dan diproses di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST).Â
Sampah organik yang diangkut kemudian diolah menjadi bubur sampah yang digunakan sebagai pakan untuk larva maggot. Setelah melalui tahap tersebut, bubur sampah kemudian diolah oleh maggot menjadi pupuk organik.
Awalnya, program ini hanya berfokus pada pengolahan sampah di sekitar tempat tinggal Arky. Namun, seiring berjalannya waktu, program ini telah mampu mengelola hingga 5 ton sampah setiap harinya. Sampah tersebut berasal dari 5.500 rumah tangga dan 72 instansi pemerintah di kecamatan Sumbang dan Sokaraja.
Atas program inspiratifnya ini yang bertajuk Sistem Konversi Limbah Organik Secara Keseluruhan Untuk Menciptakan Ketahanan Pangan, Arky Gilang Wahab meraih penghargaan SATU Indonesia Awards bersama sejumlah tokoh inspiratif lain pada 2021 silam.
Dalam era ketidakpastian lingkungan saat ini, inovasi seperti budidaya maggot memang menjadi langkah positif dalam menjaga lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang bijak dalam mengelola sampah organik, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh pembuangan sampah yang tidak terkendali.
Baca artikel Edukasi menarik lainnya di tautan ini.