Mahasiswa LSPR Luncurkan Program Ruang Belajar untuk Cilincing
- Istimewa
Khairunnisa Masthura dari Forum GenRe DKI Jakarta merasa senang bisa ikut terlibat di Runcing. “Saat saya menjadi salah satu pendidik dalam kegiatan ini yang mengedukasi mengenai pendidikan seks, batasan diri dan hubungan interpersonal, seluruh peserta yang berusia 7-12 tahun terkhusus perempuan mengikuti pembelajaran dengan sangat aktif melalui keinginan mereka untuk bercerita tentang pengalaman mereka," ujarnya.
"Program pengajaran ini hadir dari adanya mata kuliah Community Development yang mengutamakan Sustainable Development Goals (SDG’s) dan bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi anak-anak di Kampung Baru Nelayan Cilincing di mana mereka tidak dapat menempuh pendidikan formal TK sampai dengan SD," ucap Alfilonia
Harwinda selaku Dosen LSPR yang membimbing para panitia Runcing.
Tidak hanya program edukasi, Panitia Runcing juga akan melakukan renovasi bangunan Sekolah Di Utara serta penyerahan donasi buku pendidikan, mainan edukasi, dan alat belajar yang telah dikumpulkan dari masyarakat dan berbagai instansi pendidikan sekitar Jakarta untuk anak-anak di Kampung Baru Nelayan Cilincing pada tanggal 30 Juni 2024.
Bangunan Sekolah Di Utara yang akan direnovasi ini sebelumnya memiliki kondisi yang memprihatinkan. Bangunan tersebut berdiri di bawah jembatan dengan kondisi jendela dan pintunya telah rusak sehingga debu jalanan memenuhi lantai serta rak-rak buku mereka. Meskipun begitu, antusiasme anak-anak di RW 08 Kampung Baru Nelayan Cilincing untuk belajar sangat tinggi. Oleh sebab itu panitia Runcing beserta organisasi Lions Club International bekerja sama untuk memperbaiki bangunan semi permanen ini.
![]()
“Program ini bukan hanya tentang seremoni peluncuran The New Face of Sekolah Di Utara, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkontribusi nyata dalam memberikan edukasi bagi anak-anak Cilincing yang sulit dalam mengakses pendidikan formal,” ujar Ketua Media & Partnership Runcing, Muhammad Febriansyah Litawan.
Ketua Program Runcing, Nathasya Treena, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan berbagai pihak, termasuk relawan pengajar, panitia, Dasawisma lokal, pemerintah setempat, dan Lions Club International. “Dukungan mereka memudahkan para relawan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya edukasi yang inklusif bagi para penerus bangsa,” ujarnya.