Metode Zoning bikin Rumah Rapi Terus
- Dok. IKEA
Pisahkan mana yang ingin ditampilkan dan yang cukup disimpan
Di banyak rumah, barang sering dikumpulkan di satu area, bisa di rak yang sudah ada, atau sudut yang jadi tempat untuk “taruh dulu”. Lama-lama, barang yang sering dipakai akan tercampur dengan barang koleksi dan barang cadangan.
Hasilnya, area tersebut akan lebih cepat cluttered dan jadi sulit untuk digunakan. Menentukan dari awal mana yang ingin ditampilkan dan mana yang cukup disimpan bisa bikin area dan ruang jadi lebih jelas dan nggak cepat sesak.
Rak terbuka seperti seri KALLAX atau seri BILLY bisa jadi solusi untuk barang yang memang ingin diperlihatkan atau sering diakses.
Untuk barang lain yang mau tetap disimpan di area yang sama, bisa ditambahkan kotak seperti DRÖNA atau seri KUGGIS agar tetap tersimpan rapi dalam satu sistem yang sama, tanpa bikin visualnya terlalu ramai. Karena ketika barang punya tempat yang jelas, kebutuhan untuk memindahkan atau menumpuk jadi berkurang dengan sendirinya.
“Secara visual, ruang bisa saja terlihat rapi, tapi tetap penuh, sesak, tidak karuan. Biasanya, karena terlalu banyak yang ‘terlihat’ di saat yang sama, atau bisa juga karena tidak ada pembagian yang jelas. Akhirnya, orang harus terus menyesuaikan areanya. Dipindahkan, disembunyikan, diatur ulang kembali, dan seterusnya. Desain yang baik justru mengurangi kebutuhan untuk terus menyiasati itu,” tutur Interior Design Leader IKEA Indonesia, Alfinda Kristra Rahardyana.
Pilih ukuran yang memang sesuai, bukan yang “mendekati”
Salah satu hal yang sering bikin ruang terasa cepat penuh adalah ukuran perabot yang tidak benar-benar pas. Bukan karena produknya salah, tapi karena sejak awal dipilih yang “kayaknya cukup”.
Ukuran yang tanggung akan sering membuat barang sulit untuk disusun rapi. Ada yang tidak muat bahkan akhirnya ditumpuk. Lama-lama, kebiasaan ini akan menciptakan lapisan baru yang membuat ruang terasa makin padat. Memilih ukuran yang sesuai sejak awal dapat membantu sistem penyimpanan berfungsi lebih optimal.
Misalnya, menggunakan kotak dengan dimensi yang konsisten, atau organiser yang memang dirancang mengikuti ukuran lemari dapat membuat barang lebih mudah disusun dan diakses. Dengan begitu, penyimpanan tidak perlu terus disesuaikan, karena sejak awal sudah berfungsi dalam satu sistem yang jelas.