Mama Muda Ngotot Cerai demi Teman Main PUBG

Game PUBG/Ilustrasi.
Sumber :
  • Instagram/@pubg

VIVA – Kecanduan memainkan game PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG bukan cuma melanda anak dan remaja. Seorang mama muda usia 19 tahun di India lebih gila lagi, dia ngotot ingin bercerai dengan suaminya gara-gara kecanduan game tersebut. 

img_title Resident Evil Requiem Tembus 5 Juta Wishlist Jelang Rilis Global

Dikutip dari Indian Express, Minggu 19 Mei 2019, keinginan cerai mama muda asal Ahmadebad, India itu muncul setelah dia akrab dengan pria sesama pecandu game PUBG, yang asalnya satu daerah dengannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mama muda usia 19 tahun itu mengaku ingin bercerai dari suaminya demi bisa terus bermain dan tinggal bersama pria pecandu PUBG, yang telah mencuri hatinya. Sang mama muda tersebut mengatakan, kelakuannya memainkan game PUBG itu memang berbeda dengan anggota keluarganya yang lain.   

img_title Dapur Umum Bakal Dibangun Bantu Korban Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Karena sudah tak tahan ingin cerai, sang mama muda itu menelepon saluran bantuan publik Abhayam 181. Dalam telepon itu, mama muda itu meminta bantuan untuk bisa bercerai dengan suaminya. 

Petugas saluran bantuan itu sigap, mengirimkan konselor bernama Sonal Sagathiya untuk menemui sang mama muda tersebut. 

img_title Esports: G-Dragon Ada di PUBG Mobile

Begitu bertemu dengan mama muda itu, Sagathiya menemukan fakta sang mama muda itu memang sudah keranjingan bermain PUBG. Dia menghabiskan harinya untuk memainkan game populer tersebut. 

Sagathiya tak tinggal diam. Dia menasihati dan membujuk sang mama muda itu untuk mengurungkan niatnya bercerai.

"Dia kami tawarkan untuk tinggal di pusat rehabilitasi Ahmedabad, tapi dia menolak alasannya nanti kalau di pusat rehabilitasi dia tak bisa menggunakan smartphone," ujar sang konselor. 

Mama muda itu meminta waktu untuk berpikir kembali tentang rencananya bercerai dan akan mengontak saluran bantuan 181 lagi jika dia memerlukan bantuan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala saluran bantuan Abhayam 181, Narendrasinh Gohil mengatakan kepada The Indian Express, rata-rata institusinya menerima 550 telepon untuk meminta bantuan. Gohil mengungkapkan, dari jumlah permintaan bantuan itu, 90 persen ditindaklanjuti dengan mengirimkan konselor untuk berkunjung ke rumah sang penelepon.

Menurut Gohil, kasus mama muda yang meminta bantuan cerai karena game PUBG itu merupakan kasus yang pertama kali terjadi. Biasanya, kata dia, keluhan soal PUBG ini adalah ibu atau orangtua yang stres untuk menghentikan anaknya kecanduan bermain PUBG. 

Gameplay Heartopia

Fenomena Heartopia: Game Santai yang Bikin Anak Muda Ketagihan

Heartopia jadi tren di kalangan anak muda Indonesia karena gameplay santai, sosial, dan kreatif. Pemain bisa bangun rumah, berinteraksi, dan berbagi momen seru.

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut