Listrik Padam, Bitcoin Jadi Kambing Hitam

Bitcoin dan mata uang kripto lainnya dibangun di atas teknologi bernama Blockchain.
Sumber :
  • www.pixabay.com/MichaelWuensch

VIVA – Teheran, ibu kota Iran mengalami pemadaman listrik yang menyebabkan jutaan orang terpaksa hidup tanpa cahaya selama berjam-jam. Selain Teheran, kota-kota lainnya juga terkena dampak dari pemadaman listrik yang menyebabkan lampu lalu lintas mati, perkantoran menjadi gelap, hingga dihentikannya kelas online.

img_title Pola Pikir Investor Aset Kripto Bergeser

Keadaan pun jadi mencekam ditambah oleh pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi di negeri para Mullah itu sehingga membuat media sosial dipenuhi dengan spekulasi tentang siapa yang harus disalahkan. Beberapa pihak mengkambinghitamkan Bitcoin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Banyak Faktor Bikin Harga Bitcoin Melejit

img_title Pasar Dinilai Perlu Cermati Faktor Makro soal Arus Dana ETF Bitcoin Tembus US$3,8 Miliar

Beberapa hari yang lalu pemerintah Iran melakukan tindakan keras terhadap pusat pemrosesan Bitcoin, yang mana mereka membutuhkan listrik dalam jumlah besar untuk menyalakan komputer khusus untuk membuatnya tetap dingin.

Alhasil, mereka menutup 1.600 pusat pemrosesan Bitcoin di seluruh negeri, termasuk satu-satunya perusahaan yang diizinkan beroperasi secara legal, mengutip dari laman Metro, Selasa, 26 Januari 2021. Tindakan keras tersebut menimbulkan kebingungan di industri kripto dan beberapa orang curiga jika Bitcoin telah menjadi kambing hitam untuk masalah negara.

img_title Bitcoin Berbalik Naik Setelah Jatuh ke US$57 Ribu, Momentum atau Jebakan?

Sejak mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Teheran pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, mata uang kripto atau cryptocurrency menjadi populer di Iran.

Transaksi online anonim yang dilakukan menggunakan uang digital tersebut memungkinkan individu dan perusahaan untuk melewati sanksi perbankan. Hal ini berimbas pada kelumpuhan perekonomian.

Listrik bersubsidi telah membuat Iran disulap menjadi tempat penambangan kripto. Biayanya hanya 4 sen/kWh, sedangkan di AS bisa mencapai 13 sen/kWh. Iran termasuk satu dari 10 negara teratas dengan kapasitas penambangan Bitcoin terbanyak di dunia, karena bisa menghabiskan 450 megawatt per hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara untuk jaringan di AS memiliki kapasitas harian lebih dari 1.100 megawatt per hari. Sebelumnya, miliarder Elon Musk mengatakan jika Dogecoin merupakan aset kripto favoritnya. Hal ini membuat harganya meningkat drastis dalam kurun waktu setahun terakhir.

Apabila dihitung selama 3 hari terakhir saja, kenaikan harganya mencapai 150 persen. Sementara, apabila dihitung secara tahunan atau year on year (YoY), harga Dogecoin sudah naik 592 persen. Perlu dicatat, harga pesaing Bitcoin itu pada Januari 2020 masih Rp28 dan saat ini melambung menjadi Rp194.

Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.

3 Aset Kripto Mendadak Jadi Buruan Cuan Trader Lokal

Tiga aset kripto yang paling banyak diperdagangkan pengguna Pintu Futures selama periode Juli-Agustus 2026 adalah Bitcoin (BTC), Hype (HYPE), dan Xaut (XAUT).

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut