Hati-hati sama Vishing

Ilustrasi penipuan.
Sumber :
  • IndiaToday

VIVA – Kaspersky meminta masyarakat waspada terhadap vishing, penipuan yang kini sedang dijadikan lelucon di media sosial. Perusahaan keamanan siber asal Rusia tersebut menemukan vishing, atau voice phishing, sedang dijadikan bahan candaan di platform TikTok.

img_title Tragedi Ponpes di Sidoarjo, DPR Dorong Perkuat Standar Keselamatan Pendidikan

Dalam beberapa konten, ditemukan pengguna memakai mesin penjawab untuk meniru petugas layanan pelanggan (customer service).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video di media sosial, pengguna memakai suara dari robot penerjemah untuk mengerjai teman mereka. Mereka tidak ingin mencuri apa pun dari teman mereka, hanya lelucon (prank).

img_title Senggolan Joget Berujung Maut di Kafe Kemayoran, 1 Remaja Tewas Ditusuk, 7 Pelaku Dibekuk

Tapi, praktik seperti ini sebenarnya berasal dari vishing, penipu menggunakan mesin penjawab otomatis supaya terkesan korban sedang berbicara dengan petugas layanan konsumen sungguhan.

Skema vishing biasanya berawal dari email, korban dikirimi surat elektronik bahwa ada penarikan sejumlah uang dari akun mereka. Jika pada phishing korban diminta mengklik tautan, pada vishing, korban diminta segera menelepon nomor layanan pelanggan yang tertera.

img_title Kronologi Mengerikan Pria Jatuh dari Apartemen Northland Ancol hingga Hantam Mobil

Kaspersky menilai dengan vishing, korban bisa saja terperdaya karena penipu berupaya membuat situasi ini sangat mendesak. Saat mereka kehilangan fokus karena situasi mendesak, penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti nomor kartu kredit supaya transaksi tersebut batal.

Firma tersebut menemukan sekitar 350 ribu email vishing dari Maret sampai Juni 2022 secara global. Supaya tidak terjebak vishing, teliti alamat email pengirim ketika mendapatkan pemberitahuan yang mendesak atau mencurigakan.

Biasanya penipu memberikan kata-kata "urgent" atau "perlu segera ditangani" pada judul email. Salah satu cara mengenali penipuan adalah dengan memperhatikan ejaan, seperti dikutip dari keterangan resmi Kaspersky, Selasa, 12 Juli 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seringkali email penipuan ditulis dengan tata bahasa yang sembarangan atau kalimatnya terasa janggal, seperti menggunakan mesin penerjemahan.

Jika telanjur menelepon, ingat bahwa perusahaan resmi tidak akan pernah meminta data pribadi seperti nomor PIN atau rincian kartu kredit.

Keluarga Ming dijatuhi hukuman mati karena terlibat sindikat judi dan penipuan

11 Anggota Keluarga Mafia di Tiongkok Dijatuhi Hukuman Mati

Sebanyak 39 anggota keluarga Ming dijatuhi hukuman pada hari Senin, 11 diantaranya langsung dihukum mati, sisanya dihukum penjara hingga seumur hidup

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut