Miris, Begini Kisah Tragis Taman Penis

Taman Haesindang (Taman penis) Korea Selatan.
Sumber :
  • Istimewa

Samcheok – Puluhan ukiran Penis raksasa banyak terlihat di sebuah taman di Korea Selatan (Korsel). Tak heran jika Taman Haesindang ini disebut juga sebagai Taman Penis.

img_title Bursa Asia Cerah Dipimpin Lonjakan Pesat Saham Samsung Jalin Kemitraan dengan OpenAI

Taman yang berlokasi di Kota Samcheok, Provinsi Gangwon ini, para pengunjung akan dipuaskan dengan pemandangan berbagai patung dan ukiran berbentuk phallus, bentuk alat kelamin pria dalam berbagai variasi menarik dan ukuran yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Taman Haesindang (Taman penis) Korea Selatan

Photo :
  • Istimewa

img_title Jakarta Punya Taman Baru di Kebon Jeruk Jakbar, Begini Harapan Gubernur Pramono

Sepanjang mata memandang, semua patung dan ukiran yang ada di Taman Haesindang memiliki tema yang sama yaitu penis. Tak ketinggalan, bangku taman pun memiliki bentuk seperti kelamin pria.

Lalu, mengapa taman ini hanya menampilkan patung berbentuk penis saja? Ternyata ini memiliki kaitannya dengan latar belakang atau sejarah taman yang disebut-sebut tragis.

img_title TNI AU Kedatangan Jet Tempur Baru T-50i Buatan Korsel pada November

Kisah Taman Haesindang

Alkisah, pada suatu hari, seorang perempuan ditinggalkan oleh pasangannya di sebuah karang di tengah laut untuk pergi bekerja. Namun badai menghantam dan sang pria tidak dapat menjemput perempuan itu kembali karena sang pria itu tenggelam tersapu badai.

Setelah kejadian itu, warga desa tidak dapat menangkap ikan lagi. Mereka menduga hal itu terjadi karena kutukan sang perempuan. Kutukan itu disebut-sebut baru berakhir ketika serang nelayan buang air kecil ke laut.

Dari sinilah banyak orang berasumsi jika dengan memperlihatkan kemaluan pria akan meredakan kemarahan arwah perempuan malang itu.

Taman Haesindang (Taman penis) Korea Selatan

Photo :
  • Istimewa

Demi alasan untuk menenangkan arwahnya kembali, warga desa setempat membuat beberapa ukiran penis dari kayu dan melangsungkan sebuah upacara keagamaan di sana. Setelah beberapa waktu, ikan-ikan mulai kembali ke laut dan warga desa mulai dapat hidup kembali dengan tenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cerita itu kini dikenal sebagai Legenda Auebawi dan Haesindang. Karang tempat perempuan itu tenggelam dinamakan Karang Auebawi sedangkan bangunan tempat upacara keagamaan dilangsungkan dua kali setahun dinamakan Haesindang.

Berdasarkan data yang diolah VIVA Tekno, sampai hari ini upacara tersebut masih terus dilangsungkan sebagai upacara adat tradisional.

Pesawat Korean Air dan Asiana Airline di Bandara Internasional Incheon, Seoul

2.000 Pekerja Bandara di Korea Selatan Mogok Kerja, Apa Penyebabnya?

Menurut laporan, sekitar 2.000 pekerja, termasuk petugas kebersihan, pengatur lalu lintas udara, pemadam kebakaran, teknisi, dan operator terminal, mengikuti aksi mogok

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut