Ada Planet yang Isinya Lautan Semua
- NASA
VIVA Tekno – Mini Neptunus tersebar luas di seluruh Bima Sakti dan menurut Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) merupakan jenis planet ekstrasurya yang paling umum. GJ 1214b atau Gliese 1214b adalah salah satunya.
Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) diketahui membuat kemajuan, termasuk dengan sistem TRAPPIST-1 yang menampung tujuh dunia seukuran Bumi atau Super Bumi.
Kita masih memiliki banyak pertanyaan tentang bagaimana planet terbentuk, bagaimana atmosfernya berevolusi, dan mengapa beberapa jenisnya begitu umum namun tidak ada di Tata Surya kita.
Tetapi dengan begitu banyak exoplanet yang ingin dipelajari, para astronom yang menggunakan JWST harus memilih target mereka dengan bijaksana. Proses yang bijaksana itu membawa tim astronom menemukan Gliese 1214b.
Mereka mengamati mini-Neptunus dengan MIRI JWST dan Spektrometer Resolusi Rendah, menerbitkan hasilnya dalam makalah di Nature berjudul A reflective, metal-rich atmosphere for GJ 1214b from its JWST phase curve.
Penulis utamanya adalah Eliza Kempton, seorang peneliti di University of Maryland, AS. Gliese 1214 adalah bintang kerdil merah yang berjarak sekitar 40 tahun cahaya di konstelasi Ophiuchus. Proyek MEarth menemukan GJ 1214b, satu-satunya planet dengan metode transit pada 2009.
James Webb Space Telescope (JWST).
- European Space Agency
Pengamatan lanjutan dengan Hubble menunjukkan bahwa itu adalah dunia air dengan atmosfer yang tebal dan beruap. Ini sekitar delapan kali lebih besar dari Bumi, dan sekitar 2,75 jari-jari Bumi, melansir dari situs Universe Today, Rabu, 16 Agustus 2023.
Dalam makalah yang menyajikan penemuannya, penulis menyebut bahwa mereka menemukan massa dan jari-jari planet yang konsisten dengan komposisi air, diselimuti oleh selubung hidrogen-helium yang hanya 0,05 persen dari massa planet.Â
"Atmosfer mungkin keluar secara hidrodinamis, menunjukkan bahwa ia telah mengalami evolusi yang signifikan selama sejarahnya," tulis ilmuwan.
Itu adalah penemuan mini-Neptunus pertama yang memiliki atmosfer dan penemuan kedua yang massa dan radiusnya dapat ditentukan. Tapi detail lebih lanjut disembunyikan oleh lapisan tebal kabut atau awan di planet ini.
Mempertimbangkan temuannya, masuk akal jika para astronom ingin menggunakan JWST untuk mempelajarinya lebih lanjut.