Penyebab Jerapah Lehernya Panjang Terungkap
- pixabay/hbieser
VIVA Tekno – Jerapah terkenal dengan leher panjang mereka yang ikonik dan hal ini sering dijadikan contoh utama seleksi alam oleh Charles Darwin yang dirangkum sebagai "survival of the fittest" atau "kelangsungan hidup yang terkuat".
Tetapi tahukah Anda, selain untuk mencapai daun-daun tinggi di pohon, leher panjang jerapah ternyata juga berfungsi dalam persaingan mendapatkan pasangan?
Dalam penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa pertempuran untuk mendapatkan pasangan mungkin menjadi salah satu alasan utama mengapa leher jerapah berevolusi menjadi begitu panjang.
Mari kita telusuri lebih jauh tentang penemuan menarik ini yang memberikan wawasan baru tentang evolusi Jerapah.
Anak jerapah (giraffa camelopardalis) yang bernama Azzanti (kedua kanan) bersama jerapah dewasa di Taman Safari Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa, 30 April 2019.
- ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Namun, para peneliti kini menemukan bagian lain dari teka-teki evolusi jerapah. Selain untuk mencapai makanan yang tinggi, leher panjang jerapah mungkin juga hasil dari persaingan ketat untuk mendapatkan pasangan, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science oleh tim internasional paleontolog dan paleobiolog, seperti dilansir dari Smithsonian Magazine.Â
Pada tahun 1996, paleontolog di Tiongkok utara menemukan tengkorak yang tidak biasa dan beberapa tulang leher dari hewan misterius yang mereka sebut "guà i shòu," atau "binatang aneh". Sekarang, hewan ini diberi nama Discokeryx xiezhi, dan para ilmuwan telah menyusun gambaran tentang bagaimana hewan ini mungkin hidup sekitar 16,9 juta tahun yang lalu.
Jerapah berotot
- http://www.onvsoff.com
Discokeryx xiezhi adalah kerabat awal jerapah saat ini, tetapi lebih seperti sepupu daripada nenek moyang langsung. Hewan ini seukuran domba besar dengan tengkorak kokoh yang memiliki pelat setebal satu inci di dahinya, serta tulang leher yang sangat tebal. Ia hidup di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Tiongkok utara selama pertengahan Miosen yang hangat dan basah, sekitar 5,3 hingga 23 juta tahun yang lalu, memakan rumput dan tanaman berdaun.
Ketika mereka tidak sedang merumput, jerapah jantan kemungkinan besar bertarung, menggunakan kepala dan leher mereka yang sangat kuat untuk saling menghantam dalam persaingan mendapatkan pasangan. Para peneliti berpendapat bahwa Discokeryx xiezhi mungkin memiliki sendi kepala dan leher yang terkuat dan paling kompleks dari mamalia mana pun yang pernah ada.Â