Air Ditemukan di Atmosfer Dewa Perang
- Live Science
Biasanya, semakin besar gas raksasa, semakin sedikit logam yang dimilikinya. Namun, Smertrios melanggar tren ini dengan memiliki inti padat yang sangat besar, menyebabkan kerapatannya sangat tinggi.
"Komposisi planet ini tampaknya tidak kompatibel dengan skenario pembentukan yang kita miliki saat ini untuk gas raksasa panas, dan ini masih menjadi misteri," kata Ali Rafi.Â
"Ini menandakan pentingnya mengamati atmosfer planet karena dapat membantu mengungkap sejarah pembentukan planet melalui sifat atmosfernya."
Untuk menyelidiki atmosfer aneh Smertrios dan menemukan mengapa planet ini begitu kaya logam, Ali Rafi dan rekan-rekannya menggunakan spektrograf CARMENES di Observatorium Calar Alto di Spanyol. Instrumen ini dapat mendeteksi "sidik jari" elemen dalam cahaya bintang yang terfilter oleh atmosfer planet saat melintas di depan bintangnya.
Penyelidikan dengan CARMENES mengungkap adanya sidik jari uap air, yang dapat membantu memperkirakan kelimpahan elemen lain di atmosfer planet ini.Â
"Menemukan air di atmosfer adalah langkah pertama dalam karakterisasi ini, sehingga sangat penting," katanya.
Penelitian ini juga mengungkap kejutan lain. Biasanya, perbedaan suhu yang besar antara sisi siang yang panas dan sisi malam yang lebih dingin menciptakan angin cepat yang bertiup dari sisi siang ke sisi malam. Namun, angin di Smertrios tampaknya bertiup ke arah sebaliknya, dari sisi malam ke sisi siang.
"Kami membutuhkan pengamatan tambahan untuk mengonfirmasi skenario ini," tandas Ali Rafi.
Para astronom sekarang akan terus menyelidiki Saturnus panas yang aneh ini untuk mengonfirmasi deteksi uap air dan mencari elemen atmosfer lainnya. Penelitian tim ini dipublikasikan dalam versi pra-peer-review di situs repositori arXiv.