Apa itu Oksigen Gelap

Oksigen Gelap.
Sumber :
  • NOAA Office of Ocean Exploration and Research, 2019 Southeastern U.S. Deep-sea Exploration

VIVA Tekno – Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan sebuah fenomena menarik yang disebut "oksigen gelap."

img_title Harga Emas Hari Ini 2 Oktober 2025: Antam Melorot, Produk Global Cetak Rekor

Oksigen ini dihasilkan oleh nodul logam seukuran kentang yang tersebar di dasar Samudra Pasifik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Temuan ini mengejutkan karena oksigen gelap dihasilkan dalam kegelapan total tanpa bantuan organisme hidup, yang menantang pemahaman kita tentang bagaimana oksigen biasanya diproduksi di Bumi.

img_title Kades Kohod Didakwa Jualbelikan Lahan Laut Jadi Daratan Fiktif

Penelitian yang dipublikasikan pada 22 Juli 2024 di Jurnal Nature Geoscience ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan bahwa oksigen bisa dihasilkan tanpa organisme.

Biasanya, oksigen dihasilkan melalui proses fotosintesis oleh tumbuhan dan mikroorganisme yang menggunakan cahaya Matahari. Namun, oksigen gelap ini terbentuk di kedalaman laut di mana cahaya matahari tidak bisa menembus.

img_title Harga Emas Hari Ini 29 September 2025: Antam Cetak Rekor Lagi Tembus Rp 2,198 Juta per Gram, Global Bervariasi

Nodul polimetalik atau oksigen hitam

Photo :
  • eepCCZ expedition

Para peneliti, dipimpin oleh Profesor Andrew Sweetman dari Scottish Association for Marine Science (SAMS), menemukan bahwa nodul-nodul logam ini menghasilkan oksigen melalui proses yang disebut elektrolisis air laut.

Proses ini memecah air laut menjadi oksigen dan hidrogen dengan bantuan muatan listrik. Muatan listrik ini mungkin berasal dari perbedaan potensial listrik antara ion logam di dalam nodul, yang menyebabkan redistribusi elektron.

"Ketika pertama kali mendapatkan data ini, kami mengira sensor yang digunakan rusak, karena setiap studi sebelumnya di laut dalam hanya melihat oksigen dikonsumsi, bukan diproduksi," kata Andrew Sweetman yang dikutip dari Live Science pada Kamis, 25 Juli 2024. 

Oksigen Gelap

Photo :
  • NOAA Office of Ocean Exploration and Research, 2019 Southeastern U.S. Deep-sea Exploration

Nodul-nodul ini, yang disebut nodul polimetalik, banyak ditemukan di dataran abyssal lautan, yaitu daerah datar di dasar laut antara 3.000 hingga 6.000 meter di bawah permukaan laut.

Nodul ini mengandung berbagai logam seperti besi, mangan, kobalt, nikel, litium, dan elemen tanah jarang seperti cerium yang penting untuk teknologi elektronik dan rendah karbon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penemuan oksigen gelap ini penting karena menunjukkan bahwa oksigen bisa diproduksi di tempat-tempat yang tidak terduga, seperti di dasar laut. Hal ini menantang pemahaman kita bahwa oksigen hanya bisa dihasilkan melalui proses fotosintesis.

Selain itu, temuan ini juga membuka pertanyaan baru tentang asal usul kehidupan di Bumi, karena menunjukkan bahwa oksigen mungkin sudah ada sebelum munculnya organisme fotosintesis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut