Asteroid Bennu Membuka Tabir Asal-usul Bumi

Asteroid Bennu.
Sumber :
  • NASA

Jakarta, VIVA – Sampel Asteroid Bennu yang dibawa Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dari luar angkasa mengungkap unsur kimia yang dipercaya sebagai elemen penting di Bumi.

img_title BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami

Temuan ini membantu ilmuwan memahami bagaimana batuan di tata surya membawa unsur yang menyokong kehidupan di Bumi. Temuan ini juga merupakan hasil analisis yang didapatkan dari debu pada Asteroid Bennu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sampel batuan luar angkasa tersebut mengandung beragam mineral dan ribuan senyawa organik, termasuk asam amino, yang merupakan molekul pembentuk protein, serta basa nukleat yang merupakan komponen fundamental DNA.

img_title BNPB: Total Korban Jiwa Gempa Bumi M 7,7 Capai 47 Orang hingga Sabtu Malam

Temuan Ini tidak berarti bahwa pernah ada kehidupan di Asteroid Bennu. Akan tetapi, temuan ini mendukung teori bahwa asteroid membawa bahan-bahan serupa ke Bumi ketika mereka menabrak planet kita miliaran tahun lalu.

Para ilmuwan percaya bahwa senyawa yang sama itu juga dapat dibawa ke tempat-tempat lain di tata surya.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

"Apa yang telah kita pelajari darinya sungguh luar biasa," kata Sara Russell, ahli mineral kosmik dari Natural History Museum di London, Inggris, seperti dikutip dari situs BBC, Jumat, 31 Januari 2025.

Menurutnya, materi ini menceritakan tentang asal-usul Bumi, dan memungkinkan para peneliti untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sangat besar tentang di mana kehidupan dimulai.

"Siapa yang tidak ingin tahu tentang bagaimana kehidupan dimulai?," jelasnya. Temuan ini diterbitkan dalam dua makalah di Jurnal Nature.

Upaya pengambilan potongan Asteroid Bennu merupakan salah satu misi paling berani yang pernah dicoba NASA.

Pesawat luar angkasa bernama Osiris Rex membentangkan lengan robot untuk mengumpulkan sebagian batuan luar angkasa selebar 500 meter itu.

Sampel ini kemudian disimpan di dalam kapsul guna dikirimkan ke Bumi pada 2023. Sekitar 120 gram debu hitam terkumpul dan dibagikan kepada para ilmuwan di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bobot 120 gram debu mungkin tidak terdengar banyak, tetapi bagi para ilmuwan sampel ini adalah harta karun.

Sekitar satu sendok teh sampel asteroid dikirim ke para ilmuwan di Inggris. Penelitian baru ini menunjukkan bahwa batuan luar angkasa itu penuh dengan senyawa kaya nitrogen dan karbon.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut