NASA Berada di Pinggir Jurang

Astronot di luar Stasiun ISS.
Sumber :
  • Ruptly

Washington DC, VIVA – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA dan masa depan rencana eksplorasi ruang angkasa berada 'di pinggir jurang' saat ini.

img_title Ada Saja Gebrakan Elon Musk yang 'Out of The Box'

Kita tidak hanya melihat perubahan besar di tubuh NASA — termasuk jeda komite ilmiah utama karena perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump — tetapi ada banyak pertanyaan seputar masa depan Misi Artemis, kembalinya manusia ke Bulan yang sangat dinanti-nanti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sudah lebih dari 50 tahun sejak manusia menjelajahi permukaan satelit alami Bumi. Keberadaan Misi Artemis dimaksudkan untuk sekali lagi mencoretnya dari daftar keinginan penjelajahan luar angkasa, bahkan sampai menjelajahi Kutub Selatan Bulan — area Bulan yang sangat sedikit diketahui manusia.

img_title Neraca Dagang RI Januari-Agustus 2025 Surplus US$29,14 miliar, 64 Bulan Beruntun

Namun, keberhasilan Donald Trump dalam memenangkan masa jabatan kedua, ditambah dengan langkah-langkah yang tampaknya mengarah pada SpaceX milik Elon Musk yang mengambilalih lebih banyak kontrak luar angkasa, dapat sepenuhnya mengacaukan masa depan Misi Artemis.

Jangan salah paham — NASA sudah sangat menyimpang dari jalur misi ini. Artemis II awalnya dijadwalkan diluncurkan pada akhir 2024.

img_title Polda Metro Sita 1,14 Ton Narkoba Rp1,13 Triliun Selama 3 Bulan, 2.318 Orang Diciduk!

Namun, peluncurannya ditunda hingga musim gugur tahun ini sebelum akhirnya diundur paling cepat hingga 2026. Misi dari kampanye multimisi yang diusulkan, Artemis II, bahkan tidak akan mendarat di permukaan Bulan.

Sebaliknya, misi ini akan mengirimkan Kapsul Orion mengelilingi Bulan, seperti dikutip dari situs BGR, Kamis, 6 Februari 2025. Kini, tujuan menempatkan manusia di Planet Merah Mars juga bukan hal baru.

Elon Musk telah membicarakannya selama bertahun-tahun. Itulah alasan utama SpaceX merancang dan membangun Starship — sistem roket terbesar dan terkuat hingga saat ini. NASA juga ingin menempatkan manusia di Mars dengan misi berawak pada 2030.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, mengingat pembicaraan Donald Trump tentang keinginannya untuk menempatkan warga negara AS di Mars, sangat mungkin kita akan melihat semua upaya eksplorasi ruang angkasa Paman Sam beralih untuk fokus pada satu tujuan. Tapi, harus diingat. Mencapai Planet Merah tidak semudah mengirim manusia ke Bulan.

Mengirim manusia ke Bulan atau Mars tidak hanya harus berhadapan dengan waktu tempuh yang panjang, tetapi juga harus berhadapan dengan masalah medis. Para ilmuwan tidak yakin bahwa luar angkasa 'akan sangat baik' bagi manusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut