Hati-hati Tertipu BTS Palsu

Ilustrasi menara BTS.
Sumber :
  • Pixabay

Menkomdigi Meutya Hafid juga meminta agar para operator seluler juga bisa ikut ambil andil apabila terdapat gangguan atau temuan yang mencurigakan dalam frekuensinya sehingga dapat langsung memeriksa dan memastikan frekuensi yang ada tak terdampak fake BTS.

img_title Siap-siap! Mulai Sekarang Main Medsos Enggak Bisa Sembarangan

"Kami sudah berkoordinasi dengan BSSN bagaimana melakukan upaya dari sisi solusi teknologinya. Harus ada nanti skema atau mekanisme enkripsi apa yang meyakinkan, bahwa masyarakat itu tidak perlu melakukan upaya double-check," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan enkripsi tertentu diharapkan frekuensi untuk telekomunikasi dapat terjaga dan tidak lagi dapat disalahgunakan oleh pelaku kejahatan bermoduskan BTS palsu.

img_title Menkomdigi Sebut 3.000 Nomor Scam Catut Nama Anggota DPR, Modus Minta Sumbangan

Nantinya sistem yang disiapkan ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat karena sistem akan secara otomatis mengenali SMS blast yang benar-benar dikirim pihak resmi atau bukan.

Adapun modus kejahatan fake BTS sudah ramai dibahas di awal Maret 2025, setelah diungkap oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan dan Penindakan Pengguna Fake BTS yang terdiri atas perwakilan Kemenkomdigi, Polri, BSSN, dan operator telekomunikasi.

img_title Tegas! Menkomdigi Pastikan Tak Ada Transfer Data Kependudukan RI ke AS

Seperti diketahui, pelaku kejahatan dengan modus ini menggunakan alat rakitan yang tidak tersertifikasi dan dipastikan ilegal untuk melakukan jamming atau mengganggu sinyal spektrum frekuensi radio telekomunikasi di sekitarnya dalam kasus ini pelaku beroperasi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Setelah sinyal terganggu dan konektivitas di sekitar menjadi 2G dari yang sebelumnya 4G, pelaku kejahatan dengan segera menyebar SMS ke beberapa pengguna ponsel seolah menjadi penyedia layanan resmi dalam kasus ini pelaku berpura-pura menjadi pemilik layanan perbankan.

Penerima pesan yang tidak jeli, berakhir menjadi korban karena tergoda untuk mengklik tautan yang dikirimkan pelaku dan akhirnya malah memberikan data kredensial akun perbankan korban. Tak sedikit kerugian finansial yang akhirnya dialami korban karena datanya digunakan pelaku mengakses layanan perbankannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan yang sama, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membagikan kiat agar masyarakat tidak terkecoh oleh SMS phishing atau penipuan yang mengelabui korbannya untuk membagikan data sensitif di momen Lebaran 2025.

Wakil Kepala BSSN Komisaris Jenderal A. Rachmad Wibowo menyebutkan bahwa masyarakat harus memastikan SMS yang diterima benar-benar berasal dari penyedia layanan resmi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut