Hati-hati Tertipu BTS Palsu

Ilustrasi menara BTS.
Sumber :
  • Pixabay

"Terutama saat libur Hari Raya Idul Fitri ini, mungkin banyak promo-promo yang dikirimkan baik melalui WhatsApp maupun melalui SMS, dilihat dengan jelas apakah pengirimannya itu valid. Modus ini cukup canggih karena dia bisa melakukan masking sehingga korbannya tidak menyadari bahwa itu tidak valid," katanya.

img_title Aturan Baru Menkomdigi Resmi Terbit, Operator Dilarang Hanguskan Sisa Kuota Internet!

Setelah memperhatikan apakah pengirim SMS phishing berasal dari layanan resmi atau bukan, masyarakat juga harus lebih jeli melihat tautan yang dikirimkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pastikan bahwa pengirim SMS layanan resmi tersebut juga menyediakan akses tautan yang tertera di SMS sesuai dengan tautan website resmi yang dimilikinya.

img_title Respons Menkomdigi soal Warga Mentawai Terjerat Hukum karena Jual Layanan Internet Starlink

"Misalnya ada bank namanya KRM biasanya perbankan menggunakan (alamat website) https yang secure. Pelaku ini juga menggunakan https, tapi biasanya nama banknya dimodifikasi sedikit dan kadang tidak terlihat oleh masyarakat misalnya dia jadi KRM ditambah dengan huruf I jadi KRMI," katanya.

Biasanya masyarakat kerap terkecoh diproses ini dan akhirnya terburu-buru mengklik tautan dan tidak sedikit akhirnya akses layanan resmi korban bisa dikuasai oleh pelaku kejahatan. Maka dari itu diperlukan kehati-hatian dari masyarakat sebelum mengklik tautan-tautan dari SMS yang diterimanya.

img_title Meutya Hafid Bantah Pemerintah Larang Media untuk Liput Demo, Begini Penjelasannya

Kiat lainnya yang dibagikan Rachmad agar masyarakat tidak terkecoh SMS phishing di momen Lebaran 2025 ialah agar tidak terlalu percaya pada SMS dengan penawaran yang imbalannya terlalu luar biasa untuk dimiliki secara instan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masyarakat kadang silau dengan iming-iming luar biasa tersebut, biasanya terkecoh dan berakhir mengklik tautan dan akhirnya membagikan data pribadinya kepada pelaku phishing.

"Ketika masyarakat menyetujui, kemudian dia akan diantar ke page berikutnya, halaman berikutnya. Nah di halaman berikutnya inilah kredensial atau data-data pribadi dari masyarakat dicuri. Dia diminta nomor ATM atau nomor kartu kreditnya, kemudian diminta tiga huruf di belakangnya. Nah pada saat itu sudah dikuasai oleh pelaku," kata Rachmad.

Ilustrasi penipuan online.

Pemerintah Putus Akses 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif, Tak Ada Celah untuk Penipu

Pemerintah memutus akses 7.908 konten iklan lowong kerja (loker) luar negeri fiktif untuk melindungi para pencari kerja Indonesia. Begini sepak terjangnya.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut