Bahaya Mengintai saat THR Cair

Ilustrasi THR.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Modus penipuan digital terus berevolusi dan semakin canggih. Mulai dari deepfake AI yang memalsukan wajah dan suara, fake BTS atau Base Transceiver Station yang mengirimkan pesan palsu secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi, hingga malware berbahaya mampu menyusup dan menyadap perangkat.

img_title Pejabat Disdikbud Cilacap Tetap Setor Iuran THR usai KPK OTT Bupati

Menjawab tantangan tersebut, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention, Vida, menegaskan bahwa penipuan digital kini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan semakin terorganisir dan terindustrialisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendiri dan Group CEO Vida, Niki Santo Luhur, mengungkapkan bahwa praktik penipuan telah berevolusi dari aksi individu menjadi jaringan yang terstruktur.

img_title Kepala Dinas Pemkab Pekalongan 'Dipalak' untuk THR hingga Ultah Bupati Fadia, Nominalnya Rp 5-25 Juta

“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis. Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya,” ungkapnya.

Berdasarkan data internal Vida, lonjakan kasus penipuan paling banyak terjadi menjelang dan saat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) di sepanjang 2025.

img_title Bupati Cilacap Didakwa Peras Anak Buah untuk THR Lebaran

Momentum ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat, yang secara tidak langsung membuka lebih banyak celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Niki menjelaskan bahwa identitas digital pada dasarnya terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu what you know (apa yang diketahui), what you have (apa yang dimiliki), dan who you are (apa yang menjadi keunikan diri).

What you know, merujuk pada informasi yang diketahui pengguna seperti password, nama ibu kandung, atau pertanyaan keamanan yang lazim digunakan dalam proses verifikasi akun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

What you have, mengacu pada perangkat yang dimiliki pengguna, seperti telepon genggam, token, atau perangkat yang menyimpan akses terhadap identitas digital.

Sementara who you are, berkaitan dengan karakteristik biometrik yang melekat pada individu, seperti wajah, suara, dan sidik jari, yang bersifat unik dan semakin banyak digunakan sebagai metode autentikasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono

Kapolres, Dandim hingga Kajari Jadi Calon Penerima THR Bupati Nonaktif Cilacap, Besarannya Rp30-100 Juta

Sekda Cilacap Sadmoko Danardono, terdakwa dalam kasus dugaan korupsi Bupati Nonaktif Auliya Rachman, mengungkap nama-nama pejabat forkopimda penerima THR

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut