Pahlawan Revolusi Mesir Ingin Balik ke Google

Wael Ghonim eksekutif Google yang juga aktivis oposisi Mesir
Sumber :
  • PC Magazine

VIVAnews - Setelah Hosni Mubarak benar-benar mundur dari jabatannya sebagai presiden Mesir, eksekutif Google yang juga aktivis oposisi, Wael Ghonim, berencana untuk kembali fokus pada pekerjaannya. 

img_title Akui Rugikan Palestina, Mesir Hati-hati Bahas Proposal Trump dengan Hamas

Saat ditanya oleh CBS dalam wawancara, apakah ia akan mendapatkan posisi di pemerintahan Mesir yang baru, Ghonim tegas mengatakan bahwa ia tidak menginginkan jabatan politis di negerinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sama sekali tidak. Saya ingin kembali ke kehidupan yang normal. Saya telah selesai memainkan peranan saya. Saya tegaskan kepada kawan-kawan di Mesir, Saya tidak menginginkan apa-apa dari aksi ini. Saya hanya ingin berjalan dan berkata saya bangga menjadi seorang warga Mesir," katanya.

img_title Google PHK Ratusan Karyawan, AI Lagi-lagi Jadi Biang Kerok

Selain itu, Ghonim juga mengatakan bahwa aktivitasnya di Mesir sama sekali tidak ada kaitannya dengan perusahaan tempat ia bekerja. "Selama ini mereka (Google - red) tidak tahu apa-apa. Saat saya pulang ke Kairo, mereka tidak tahu saya ikut dalam aksi unjukrasa," kata Ghonim.

Namun, belakangan setelah ia ditangkap oleh aparat keamanan dan berita itu tersebar luas, Ghonim yang menjabat sebagai Head of Marketing Google untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, dan tinggal di Dubai UEA itu, berkonsultasi dengan Google. 

img_title Satu Kapal Global Sumud Flotilla Berhasil Tembus ke Perairan Gaza

"Google menyarankan agar saya mengambil cuti dan saya pikir ini adalah keputusan yang paling tepat. Google sama sekali tidak ada kaitannya dengan ini semua," kata Ghonim.

Ghonim, 30 tahun, adalah orang di balik kelompok "We are All Khaled Said" di Facebook. Dengan nama samaran 'ElShaheed', Ghonim membuat kelompok ini untuk mengungkap kebobrokan polisi di bawah rezim Mubarak, yang menganiaya seorang blogger Mesir bernama Khaled Said hingga mati.

Kelompok Facebook ini menuai dukungan yang sangat luas dan turut memobilisasi masyarakat Mesir untuk turun ke jalan pada 25 Januari 2011. Keterlibatan Ghonim membuatnya dibekuk aparat pada saat aksi unjuk rasa, dan ia ditahan selama 12 hari.  

Ghonim dibebaskan atas permintaan kelompok oposisi, namun setelah Ghonim dibebaskan ia kembali turun ke jalan untuk terus mendesak kemunduran Hosni Mubarak. Kini, setelah Mubarak mundur, Ghonim ingin kembali bekerja. 

"Saya sangat mencintai Google yang merupakan tempat terbaik untuk bekerja. Saya ingin kembali bekerja untuk Google, bila saya belum dipecat," kata Ghonim.

Google sendiri, tidak banyak berkomentar mengenai keterlibatan Ghonim di Mesir. Namun, setidaknya Google merupakan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai kebebasan informasi dan internet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bersama Twitter, Google juga sempat membantu rakyat Mesir untuk mengirim tweet melalui sambungan telepon, di saat koneksi internet di Mesir diblokir. 

"Kami sangat bangga melihat Googlers (karyawan Google) memperjuangkan isu-isu keterbukaan itu," ujar Jill Hazelbaker Juru bicara Google kepada Reuters, pada Jumat kemarin.

Global Sumud Flotilla, relawan dari 44 negara berlayar ke Gaza dari Barcelona

450 Aktivis Sumud Flotilla Ditangkap, 11 Armada Tambahan Berlayar ke Gaza Tantang Blokade Israel

Freedom Flotilla Coalition (FFC) mengatakan pada hari Kamis, 2 Oktober 2025, bahwa 11 kapal lagi berlayar menuju Jalur Gaza untuk menantang blokade Israel

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut